Perusakan Angkot di Cianjur, Pentingnya Jaga Emosi Saat Berkendara

Kompas.com - 25/10/2021, 16:41 WIB
Aksi perusakan sebuah angkutan kota (angkot) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (24/10/2021). Tangkapan layar videoAksi perusakan sebuah angkutan kota (angkot) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (24/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar di media sosial video yang memperlihatkan sebuah angkutan kota (angkot) dirusak oleh sejumlah pemuda, pada Minggu (24/10/2021). Insiden tersebut diketahui terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dalam rekaman itu terlihat angkot berwarna merah berhenti di tengah jalan. Angkot tesebut dirusak oleh sejumlah oknum hingga kaca bagian depannya hancur. Usai melakukan perusakan, para oknum yang mengendarai sepeda motor itu langsung kabur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur AKP Septiawan Adi Prihartono mengatakan, insiden tersebut diduga dipicu senggolan antara angkot dengan rombongan kendaraan pelaku.

Para pelaku yang tidak terima kemudian mengejar angkot hingga terjadi perusakan.

“Para pelaku ini pulang dari turnamen futsal, kemudian di jalan terjadi serempetan dengan angkot,” ucap Adi dikutip dari Regional Kompas.com, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Diperluas, Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Sementara Hanya Ditegur

Menanggapi hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengungkapkan, pengendara sebaiknya menghindari situasi yang dapat menimbulkan emosi di jalan raya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Emosi adalah hal yang wajar pada manusia. Namun, bedanya ada pada hasil emosi yang dihasilkan. Harus terkontrol dan sesuai aturan. Pertimbankan bila melakukan tindakan agresif, apa akibatnya bila berurusan dengan hukum,” ujar Sony.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by JAKARTA NEWS (@jktnewss)

Sony mengingatkan, sebelum berkendara, sebaiknya pengemudi tahu kondisi dirinya. Mengemudikan kendaraan tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga mental karena menghadapi lingkungan, provokasi, dan gangguan yang datang dari luar kendaraan.

Sikap lainnya adalah menghargai pengguna jalan lain, siapa saja. Termasuk petugas di jalan raya atau bahkan dengan orang yang dianggap mengemudikan kendaraan secara agresif.

“Mungkin dia sedang buru-buru ada urusan penting yang tidak bisa dikompormikan. Berpikir positif saja, beri jalan, atau menjauh,” ucap Sony.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.