Kecelakaan Truk Sering Terjadi, Ini Kata KNKT

Kompas.com - 24/10/2021, 07:21 WIB
Sebuah truk trailer bermuatan besi tua terbalik di simpang susun Cawang (KM 0 Cawang Interchange), Jakarta, arah Cikampek, Selasa (19/10/2021) pagi. Tmc polda metroSebuah truk trailer bermuatan besi tua terbalik di simpang susun Cawang (KM 0 Cawang Interchange), Jakarta, arah Cikampek, Selasa (19/10/2021) pagi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan kendaraan niaga berupa truk akhir-akhir ini sering terjadi di Indonesia. Kecelakaan yang terjadi merupakan kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.

Ada beberapa faktor yang membuat kendaraan besar mudah mengalami kecelakaan. Faktor tersebut antara lain faktor pengemudi, dimensi kendaraan yang besar, rem blong, hingga kelebihan muatan atau sering disebut Over Dimension  dan Over Load (ODOL).

Baca juga: Resmi, Mulai Senin Ganjil Genap Jakarta Diperluas Jadi 13 Titik

Menanggapi kasus kecelakaan truk yang marak di Indonesia, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, sebenarnya untuk teknologi kemanan truk sudah cukup bagus.

Petugas kepolisian lalu lintas Polres Rokan Hulu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dengan truk fuso, di Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Jumat (22/10/2021).Dok. Polres Rohul Petugas kepolisian lalu lintas Polres Rokan Hulu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dengan truk fuso, di Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Jumat (22/10/2021).

Namun Wildan mengatakan, ada dua hal yang perlu diperhatikan saat diminta untuk menanggapi kasus maraknya kejadian kecelakaan oleh kendaraan niaga, terutama truk besar maupun kontainer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya fitur yang ada saat ini sudah cukup bagus, ada dua masalah yang harus menjadi perhatian," kata Wildan kepada Kompas.com Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Model Barunya Bocor, Bagimana Nasib Penjualan Avanza Lawas?

Hal yang pertama adalah kompetensi pengemudi dalam mengoperasikan truk. Terutama terkait sistem rem dan prosedur penggunaannya.

"Mereka banyak yang nggak paham. 80 persen kasus rem blong disebabkan karena faktor ini. Mereka tidak bisa membedakan kapa rem yang berbasis gesekan digunakan dan kapan menggunakan rem yang tidak berbasis gesekan," ucap Wildan.

Sebuah truk pengangkut tanah terguling setelah menabrak separator busway di Jalan Gatot Subroto arah Barat tepatnya samping GTO Kuningan 1, Jakarta Selatan. Tangkapan layar Instagram @jktinfo Sebuah truk pengangkut tanah terguling setelah menabrak separator busway di Jalan Gatot Subroto arah Barat tepatnya samping GTO Kuningan 1, Jakarta Selatan.

Selain tidak bisa membedakan kapan penggunaan rem yang benar, kebanyakan juga tidak memahami prosedur inspeksi awal atau pre-inspection sistem pengereman dengan baik.

Baca juga: WSBK dan MotoGP Jadi Pemicu Balapan Lain di Sirkuit Mandalika

"Kedua, pada kasus rem blong yang disebabkan faktor kendaraan, semua disebabkan karena tidak terpenuhinya persyaratan teknis kendaraan besar," kata dia.

Menurut Wildan, dalam hal ini peran mekanik dan penguji kendaraan besar sangat besar. Mereka perlu diberi pemahaman tentang persyaratan teknis ini dan kecelakaan yang bisa ditimbulkan jika tidak terpenuhi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.