Dapat Lampu Hijau, Indonesia Tetap Gelar WorldSBK dan MotoGP

Kompas.com - 15/10/2021, 07:42 WIB
Seri terakhir World Superbike (WorldSBK) 2021 akan digelar di Sirkuit Mandalika Dok. Worldsbk.comSeri terakhir World Superbike (WorldSBK) 2021 akan digelar di Sirkuit Mandalika

JAKARTA, KOMPAS.com - World Anti-Doping Agency (WADA) atau Badan Anti-Doping Dunia mengumumkan bahwa Indonesia termasuk sebagai salah satu negara yang tidak mematuhi Kode Anti-Doping Dunia.

Sehingga, Indonesia akan mendapatkan penangguhan terkait kejuaraan olahraga, baik untuk tingkat regional hingga internasional.

Baca juga: Sirkuit Mandalika Pakai Aspal Bagus, Diklaim Hemat Perawatan

Tak terkecuali World Superbike (WorldSBK) dan MotoGP, di mana Indonesia sudah diumumkan akan menjadi tuan rumah melalui Sirkuit Mandalika, Lombok, dalam waktu dekat ini. WorldSBK akan digelar pada 19-21 November 2021. Sedangkan MotoGP, akan digelar pada 18-20 Maret 2022.

Proses pembangunan Sirkuit MandalikaKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Proses pembangunan Sirkuit Mandalika

Belum lama ini, WADA mengumumkan kembali bahwa negara yang sudah mendapatkan jadwal resmi untuk menggelar kejuaraan, maka boleh tetap berjalan.

"Tidak diizinkan untuk diberikan hak menjadi tuan rumah untuk acara-acara baru jika tidak patuh. Jika acara telah diberikan, maka mereka boleh tetap menjadi tuan rumah," ujar juru bicara WADA, dikutip dari Crash.net, Kamis (14/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Kisaran Harga Tiket WSBK di Sirkuit Mandalika

Dengan demikian, Indonesia masih boleh untuk menjadi tuan rumah seri terakhir WorldSBK 2021 dan seri kedua MotoGP 2022, hingga kontrak selesai. Namun, Indonesia tidak bisa memperpanjang kontrak dengan Dorna Sports jika masalah dengan WADA belum diselesaikan.

Proses pembangunan Sirkuit MandalikaKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Proses pembangunan Sirkuit Mandalika

Soal teguran dari WADA, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengklaim sudah bergerak cepat untuk mengatasi masalah tersebut. Menurut Menpora Zainudin Amali, ini lebih mengacu kepada pengiriman sampel Indonesia.

Pada 2020, Indonesia memang merencanakan memberikan sampel. Tapi, tidak disangka, pada Maret, Covid-19 merebak di Indonesia.

“Teguran ini merupakan konsekuensi dari ketidakpatuhan, dan sekarang kami diberikan kesempayan untuk klarifikasi. Walaupun terlambat, tapi kami usahakan dan WADA juga memberi waktu untuk memberikan surat klarifikasi,” ujar Zainudin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.