Pasokan Cip Bertambah, Toyota Siap Tebus Berkurangnya Produksi Mobil

Kompas.com - 13/10/2021, 09:22 WIB
Toyota Sienta diproduksi di Plant II milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawarang, Jawa Barat. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)Toyota Sienta diproduksi di Plant II milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawarang, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.comKrisis cip semikonduktor secara perlahan menunjukkan tren yang mereda. Indikasinya terlihat dari rencana Toyota Motor Corp yang ingin meningkatkan kembali produksi mobil pada Desember mendatang.

Disitat dari Reuters (12/10/2021), Toyota siap memulihkan sekitar sepertiga dari jumlah produksi yang hilang sampai akhir tahun fiskal 2021.

Seperti diketahui, Toyota bulan lalu memangkas target produksinya hingga akhir Maret 2022 sebesar 300.000 unit, atau menjadi 9 juta unit.

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan jika Bertemu Kendaraan Pakai Lampu Strobo di Jalan

Ilustrasi cip semikonduktorTHEGUARDIAN.com/Vlad Deep/Alamy Ilustrasi cip semikonduktor

Meningkatnya infeksi Covid-19 telah memperlambat produksi pabrik suku cadang di Malaysia dan Vietnam.

Sementara itu, berkurangnya pasokan cip global turut memaksa Toyota dan merek-merek lainnya untuk mengurangi produksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, produsen mobil Jepang itu telah meminta pemasok semikonduktor untuk mengganti produksi yang hilang.

Baca juga: Hyundai Janjikan 3 Produk Baru, Salah Satunya Mobil Listrik Lokal

Toyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota Kentuckycarscoops.com Toyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota Kentucky

Rencananya, sebanyak 97.000 unit kendaraan tambahan bakal diproduksi antara Desember sampai akhir Maret. Hal ini tampaknya akan dilakukan dengan menambah shift pada akhir pekan.

Meski begitu, juru bicara Toyota mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada keputusan resmi terkait rencana produksi setelah November mendatang.

"Tingkat infeksi Covid-19 di Asia Tenggara menurun drastis dan kekhawatiran masyarakat tentang risiko produksi berkurang," kata Takashi Miyao, peneliti di konsultan industri otomotif Carnorama, dikutip dari Reuters.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.