Bus Tabrak Pembatas Jalan dan 4 Mobil, Diduga akibat Rem Blong

Kompas.com - 13/10/2021, 09:12 WIB
Bus CBU yang terlibat kecelakaan di Gerbang Tol Sentul Bogor, Jawa Barat, pada Senin (11/10/2021). Dok. IstimewaBus CBU yang terlibat kecelakaan di Gerbang Tol Sentul Bogor, Jawa Barat, pada Senin (11/10/2021).

BOGOR, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan salah satu armada bus milik Cahaya Bakti Utama (CBU) menabrak pembatas jalan di depan Gerbang Tol (GT) Sentul Barat, Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), Senin (11/10/2021) pagi.

Usai menembus pagar pembatas jalan tol, bus masuk ke lahan parkir kantor PT Jasa Marga Sarana Jabar (MSJ) dan menabrak 4 mobil yang terparkir. Keempat mobil tersebut, yakni Toyota Avanza, Calya, HiAce, dan Daihatsu Granmax Pickup.

Melansir Kompas.com, kejadian bermula saat bus melaju dengan kecepatan sekitar 70 kilometer per jam. Saat mendekati gerbang tol, bus mengalami gangguan sistem rem. Pengemudi lantas membanting setir ke kiri dan terjadilah tabrakan tersebut.

Baca juga: Puluhan Mobil Dinas Pemkot Tangerang Terbengkalai Jadi Bangkai

Kendaraan penumpang berdimensi besar seperti bus kerap mengalami kejadian rem blong. Menurut data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), penyebab bus mengalami rem blong adalah fenomena brake fading, sisanya terkait malfungsi pada teknologi kendaraan.

Brake shoe rem tromolCHAMPIONAUTOPARTS.EU Brake shoe rem tromol

Brake fading merupakan kondisi di mana kampas rem mengalami overheat atau kenaikan suhu secara cepat. Akibat brake fading, daya pengereman menjadi berkurang, bahkan sampai hilang efektivitasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT, belum lama ini menjelaskan bahwa brake fading dapat dipicu ketika pengemudi menggunakan gigi perseneling tinggi saat di jalur turunan dan hanya mengandalkan rem utama untuk mengurangi laju kendaraan.

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan jika Bertemu Kendaraan Pakai Lampu Strobo di Jalan

Ketika rem sudah tidak bekerja saat pedal diinjak, ada kemungkinan besar pengemudi mudah panik. Saat panik, umumnya pengemudi akan memindahkan gigi perseneling secara paksa. Akibatnya, transmisi bisa jadi ke posisi netral. Laju kendaraan pun makin tidak terkendali.

Upaya selanjutnya yang dilakukan pengemudi umumnya adalah menarik rem tangan. Sayangnya hal tersebut percuma saja karena kampas sudah terlanjur overheat dan tidak bisa mengunci roda.

Oleh sebab itu, Wildan sangat menyarankan seluruh pengemudi kendaraan untuk rutin melakukan inspeksi awal sebelum keberangkatan.

Inspeksi dilakukan secara mendetail ke seluruh komponen vital termasuk sistem pengereman. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya preventif agar kecelakaan yang sama tidak terulang lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.