Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelek Mobil Dicuri Maling, Kenapa Alarm Tidak Bunyi?

Kompas.com - 12/10/2021, 16:01 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini kasus pencurian pelek dan ban mobil semakin marak. Paling baru menimpa mobil Daihatsu Ayla berkelir kuning yang kehilangan keempat ban serta peleknya. Bahkan mobil tersebut sempat diganjal batu oleh pelaku.

Jika mengalami kondisi ini, pemilik kendaraan tentu akan mengalami kerugian biaya yang cukup besar untuk mengganti ban dan pelek yang hilang, bahkan bisa tembus puluhan juga. Lantas, bisakah hal tersebut diminimalisir dengan mengaktifkan alarm pada mobil?

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriadi mengatakan, sensor alarm bawaan pada mobil umumnya hanya terdapat pada pintu dan kap mesin.

Baca juga: Curhat Kru Rossi yang Telah Bekerja Bersama 18 Tahun

“Jadi, alarm baru akan berbunyi jika ada yang membuka pintu mobil (masuk ke dalam kabin) dan membuka kap mesin, kalau di ban dan pelek tidak ada sensor alarm,” ucap Bambang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/10/2021).

Ilustrasi alarm kendaraanwikihow Ilustrasi alarm kendaraan

Hal serupa juga diucapkan oleh Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi. Menurut Didi, alarm pada mobil yang menyala umumnya akan berbunyi kalau pintu ada yang membuka secara paksa.

“Namun ada juga yang dilengkapi dengan sensor getar yang bisa diatur dalam kondisi alarm menyala. Seperti contoh, alarm mobil yang berbunyi ketika ada suara petir atau gemuruh. Itu bisa diatur tingkat sensitivitasnya,” ucap Didi.

Baca juga: Apakah Pelek dan Ban Mobil yang Dicuri Bisa Ditanggung Asuransi?

Sementara itu, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengambahkan, jika pelaku hanya mendongkrak mobil pelan-pelan, maka tidak akan menimbulkan getaran sehingga tidak akan membuat alarm berbunyi.

“Atau bisa juga pelaku mematikan sumber arus listrik yang menyuplai kebutuhan arus listrik ke sistem alarm,” kata Suparna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.