Ini 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Pasang Baby Car Seat

Kompas.com - 05/10/2021, 18:12 WIB
Car Seat reviewsletter.comCar Seat

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat membawa penumpang anak kecil berusia 2 tahun ke bawah, penggunaan baby car seat atau kursi khusus bayi sangat disarankan agar keselamatan dan kenyamanan si anak tetap terjaga.

Meski begitu, masih ada sejumlah orangtua yang salah paham dalam penggunaan baby car seat. Hal tersebut tentu dapat membahayakan keselamatan bayi itu sendiri.

"Sangat penting bagi bayi memakai baby car seat atau booster. Sebab anak kecil paling rentan cedera bila terjadi kecelakaan, sehingga orang tua harus mengerti cara pakainya," ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jusri menjelaskan, umumnya ditemukan 3 kesalahan yang sering dilakukan orangtua saat memasang baby car seat pada mobilnya. Lebih detail, berikut 3 kesalahan tersebut.

Baca juga: Bocoran Gambar Calon Avanza Baru, Lebih Gagah Mirip Xpander dan Raize

1. Kursi terlalu longgar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baby car seat dipasang di atas kursi penumpang. Jika orangtua kurang mengencangkan pengikat baby car seat ke jok yang tersedia, kursi bayi tersebut akan tidak stabil dan mudah terjatuh, sehingga dapat mencederai anak.

Bayi tidur di atas car seat Bayi tidur di atas car seat

2. Sabuk pengaman tidak kencang

Sama seperti jok mobil standar, sebuah baby car seat dilengkapi dengan sabuk pengaman. Sabuk ini mengunci posisi tubuh si bayi agar tidak mudah bergerak saat mobil tengah melaju.

Jika sabuk pengaman longgar, otomatis bayi mudak bergerak dan keluar dari tempat duduknya. Risiko paling fatal adalah bayi tersebut dapat terlempar dari kursinya dan menghantam bagian interior mobil.

Baca juga: Biaya Resmi Mengurus Balik Nama Kendaraan Bermotor

3. Bayi menghadap ke depan

Pada dasarnya, baby car seat difungsikan untuk bayi dengan usia di bawah 2 tahun. Karakteristik kursi ini adalah menghadap ke belakang. Ada tujuan khusus mengapa kursi bayi tersebut tidak terpasang menghadap ke depan.

Mengutip situs ehomebaby.comtulang punggung bayi usia 2 tahun ke bawah relatif lebih kuat dibanding tulang lainnya. Saat bayi menghadap belakang, tubuhnya dapat menyerap benturan jika terjadi tabrakan. Apabila kaca mobil pecah, serpihan kacanya tidak akan melukai bayi karena terlindungi oleh kursi tersebut.

Selain itu, mengingat bobot kepala bayi relatif lebih berat dibanding bagian tubuh lainnya, memposisikan bayi menghadap ke depan berisiko membuat bayi terlempar jika pengemudi melakukan rem mendadak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.