Viral, Video Avanza Halangi Laju Ambulans yang Lawan Arah

Kompas.com - 04/10/2021, 07:02 WIB
Ilustrasi ambulans. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi ambulans.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kembali beredar video di media sosial yang memperlihatkan mobil Toyota Avanza menghalangi laju ambulans. Kali ini terjadi di wilayah Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Raya Bogor, Kramatjati.

Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun Instagram @emergencyresponseindonesia. Dalam rekaman itu, diketahui ambulans tengah membawa pasien lanjut usia yang mengalami komplikasi.

Karena jalan macet, sopir ambulans kemudian mengambil contraflow (melawan arah). Tak lama berselang, terlihat mobil Avanza mengadang laju ambulans lantaran melawan arah. Sopir mobil Avanza tersebut juga terlihat marah kepada kru ambulans.

Baca juga: Begini Persiapan Berkendara Hadapi Musim Hujan

 

Jika menilik aturan, ambulans sendiri menempati urutan kedua, setelah kendaraan pemadam kebakaran yang harus diprioritaskan. Lantas, bolehkan ambulans melawan arah jika dalam kondisi darurat seperti dalam rekaman tersebut?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait hal ini, Kasat Lantas Jakarta Timur AKBP Edy Surasa mengimbau ambulans agar tidak mengambil contraflow tanpa pengawalan petugas.

“Sebaiknya tidak melawan arah tanpa adanya pendampingan dari petugas, karena dapat membahayakan pengguna jalan lain,” ucap Edy dikutip dari Megapolitan Kompas.com, Minggu (3/10/2021).

Edy juga mengimbau kepada pengguna jalan lain agar mendahulukan laju ambulans yang sedang membawa pasien kritis.

“Untuk pengguna jalan lain juga kami imbau agar memberi jalan kepada ambulans, karena termasuk kendaraan yang diperioritaskan. Jangan sampai ambulans yang sedang membawa pasien terhalang,” kata dia.

Pekerja mengangkat peti untuk dipindahkan ke mobil ambulans di TPU Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (4/7/2021). Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta menyiapkan peti Covid-19 untuk Rumah sakit dan pasien Covid-19 yang diisolasi di rumah di seluruh Jakarta.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pekerja mengangkat peti untuk dipindahkan ke mobil ambulans di TPU Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (4/7/2021). Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta menyiapkan peti Covid-19 untuk Rumah sakit dan pasien Covid-19 yang diisolasi di rumah di seluruh Jakarta.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada beberapa daftar kendaraan yang diprioritaskan diatur dalam pasal 134. Daftar ini diurutkan sesuai dengan peringkat urgensinya. Ambulans sendiri menempati urutan kedua, setelah kendaraan pemadam kebakaran.

Pasal 134 menjelaskan bahwa pengguna jalan yang memperoleh hak utama didahulukan sesuai dengan urutan yang sudah ditentukan, berikut urutannya:

1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
2. Ambulans yang mengangkut orang sakit.
3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia.
5. Kendaraam pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.
6. Iring-iringan pengantar jenazah.
7. Konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Baca juga: Sensasi Performa Mitsubishi Triton di Jalan Raya dan Medan Offroad

Sementara menurut pasal 135, kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirine.

Jadi, sudah seharusnya ambulans didahulukan sebelum kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas dan setelah kendaraan pemadam kebakaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.