Rawat Komponen Ini agar Rem ABS pada Motor Tetap Optimal

Kompas.com - 17/09/2021, 16:41 WIB
Ilustrasi berkendara Dok. YIMMIlustrasi berkendara

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir setiap sepeda motor yang meluncur belakangan ini memiliki varian dengan sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS). Tak banyak yang tahu bahwa sistem ABS juga perlu dirawat agar tetap bekerja secara optimal.

Antonius Widiantoro, Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), mengatakan, sistem pengereman dengan teknologi ABS merupakan salah satu fitur yang penting dalam mendukung keselamatan berkendara konsumen.

"Karena fitur ini berfungsi untuk mencegah kedua roda terkunci dan kehilangan traksi saat sedang melakukan rem mendadak atau hard braking, sehingga motor pun akan lebih mudah untuk dikendalikan," ujar Antonius dalam keterangan resminya.

Baca juga: Hindari Kerusakan Rem ABS pada Motor, Begini Cara Merawatnya

Antonius menambahkan, agar sistem pengereman ABS ini dapat berfungsi secara optimal, konsumen juga disarankan untuk rutin mengecek kondisi komponen rem ABS dan pendukung lainnya.

All New Yamaha Nmax 155Dok. YIMM All New Yamaha Nmax 155

Berikut adalah beberapa komponen terkait sistem pengereman, yang perlu dicek secara rutin oleh pemilik sepeda motor menurut Yamaha Indonesia:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Cek Kondisi Minyak Rem

Minyak rem menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan agar sistem pengereman motor dapat berkerja dengan baik.

Pastikan volume minyak rem pada tangki reservoir tetap sesuai standar, artinya tidak lebih dan kurang dari batas yang tertera pada tangki tersebut.

Untuk sepeda motor Yamaha, penggantian minyak rem disarankan setiap 20.000 km atau setiap satu tahun hingga dua tahun sekali, sesuai dengan pemakaian motor.

Baca juga: Fitur ABS pada Sepeda Motor Sekadar Sugesti atau Benar Efektif?

2. Cek Kondisi Kampas Rem

Salah satu komponen penting dalam sistem pengereman motor adalah kampas rem, karena komponen inilah yang berfungsi menjepit piringan cakram (dengan bantuan kaliper) pada saat tuas rem ditekan oleh pengendara.

Melihat fungsinya yang begitu vital, maka wajib hukumnya mengecek dan membersihkan secara rutin kampas rem untuk menghilangkan kotoran dan minyak yang mungkin menempel di permukaan kampas.

Jika kampas rem sudah mulai aus, yang biasanya ditandai dengan permukaan yang menipis atau garis tanda batas hilang tergerus, fungsi rem menjadi tidak maksimal. Maka dari itu, kampas rem tersebut sebaiknya harus segera diganti.

Kondisi kampas rem yang sudah habis. Titik putih di samping adalah tanda kampas butuh digantiOtomania/Setyo Adi Kondisi kampas rem yang sudah habis. Titik putih di samping adalah tanda kampas butuh diganti

3. Perhatikan Kondisi Selang Rem

Jangan lupa juga untuk selalu mengecek kondisi selang rem, yang menghubungkan tuas rem dengan kaliper. Selang rem memiliki fungsi yang tak kalah penting, karena melalui selang ini, minyak rem akan mendorong caliper secara hidrolik untuk menekan piringan cakram.

Ada banyak penyebab yang bisa membuat selang rem bermasalah, seperti retak, bocor, hingga tertekuk, adalah beberapa contoh kemungkinan yang dapat terjadi. Jika pengendara tidak merawatnya dengan baik, akan berimbas kepada sistem pengereman yang tidak maksimal.

Kaki depan Yamaha R15 dan CBR 150. Rem cakram jadi perangkat standar pengerema kedua motor iniOtomania/Setyo Adi Kaki depan Yamaha R15 dan CBR 150. Rem cakram jadi perangkat standar pengerema kedua motor ini

4. Rajin Bersihkan Kaliper dan Cakram Rem

Kaliper dan cakram rem merupakan komponen yang jarang sekali rusak, asalkan pemakaiannya wajar. Namun, tetap saja perlu dirawat dan dicek kondisinya. Caranya, dengan rutin membersihkan dari debu, tanah, minyak, serta kotoran lain yang menempel pada komponen.

Jangan lupa cek juga proses pemasangannya dan pastikan komponen tersebut dalam kondisi rigid dan tidak kendor. Karena jika kondisinya goyang atau bergetar, maka komponen-komponen tersebut sangat rentan saling bergesekan dan menyebabkannya cepat aus sehingga perlu diganti.

5. Perhatikan Indikator ABS

Pada beberapa motor, terdapat lampu indikator ABS di bagian speedometer. Fungsi dari kehadirannya adalah untuk memberikan notifikasi kepada pengendara, terkait kondisi peranti ABS yang tertanam pada motor.

Jika lampu indikator tersebut menyala selama motor dikendarai, artinya telah terjadi malafungsi pada sistem pengereman ABS. Dalam kondisi ini, pemilik kendaraan sangat disarankan untuk segara membawa motor ke diler resmi terdekat guna dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.