Kendaraan Sudah Dijual, Sebaiknya Langsung Blokir STNK agar Tidak Kena Pajak Progresif

Kompas.com - 17/09/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi STNK, Bayar pajak motor online dan cara bayar pajak motor online. Shutterstock/Muh. ImronIlustrasi STNK, Bayar pajak motor online dan cara bayar pajak motor online.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan pajak progresif bagi para pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari satu unit mobil atau sepeda motor dengan nama dan alamat yang sama.

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 entang Pterubahan atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor, berikut besaran pajak progresif pribadi yang dikenakan untuk kepemilikan pertama sampai seterusnya.

Oleh sebab itu, bagi pemilik kendaraan yang melakukan jual beli atau memindahtangankan kendaraan agar segera melakukan pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) agar tidak terkena pajak progresif.

Baca juga: Motor Listrik yang Pernah Eksis di Indonesia, Keluarkan Edisi Khusus

Untuk melakukan pemblokiran STNK, pemilik kendaraan dapat langsung menuju kantor pelayanan Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat) yang berada di daerah masing-masing.

Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk malkukan lapor pajak atau pemblokiran STNK. Syarat yang harus dilengkapi antara lain:

1. Fotokopi KTP Pemilik Kendaraan
2. Surat Kuasa bermaterai dan terlampir fotokopi (bila dikuasakan)
3. Fotokopi surat akta penyerahan dan bukti bayar
4. Fotokopi STNK/BPKB
5. Fotokopi Kartu Keluarga
6. Surat pernyataan yang bisa didownload di https://bapenda.jakarta.go.id.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, bagi wajib pajak yang tidak memiliki waktu ke kantor Samsat, untuk saat ini proses blokir STNK dapat dilakukan secara daring melalui situs https://pajakonline.jakarta.go.id.

Blokir STNK Secara Onlineist Blokir STNK Secara Online

Hal ini diungkapkan oleh Humas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Herlina Ayu. Menurutnya, untuk melakukan pemblokiran STNK pemilik kendaraan yang lama bisa melakukannya secara daring.

“Bisa buka website pajak online Jakarta, lalu selanjutnya melakukan registrasi sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang akan langsung sinkron dengan data kendaraannya,” kata Herlina belum lama ini kepada Kompas.com.

Setelah melakukan registrasi di halaman web dengan menggunakan NIK yang tertera di STNK kendaraan yang akan diblokir, nantinya data kendaraan yang sesuai akan muncul.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.