Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Indonesia Mulai Dibangun, Ini Harapan Jokowi

Kompas.com - 15/09/2021, 13:45 WIB
Presiden Joko Widodo berikan sambutan pada Dies Natalis Unand ke-65 Foto: Screenshoot VideoPresiden Joko Widodo berikan sambutan pada Dies Natalis Unand ke-65
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan groundbreaking atau peletakkan batu pertama pada pabrik industri baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021).

Melalui seremoni ini, maka proses pembangunan atas pabrik baterai kendaraan bermotor pertama di Indonesia ini resmi berjalan. Ditargetkan, pembangunan selesai pada semester pertama 2023.

"Kita patut bersyukur bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara dengan nilai investasi 1,1 miliar dollar AS," ujar Jokowi disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Diresmikan Jokowi, Pabrik Baterai Mobil Listrik Hyundai Akan Produksi Mulai 2024

Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chemhttps://www.caixinglobal.com/ Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chem

Dengan langkah strategis tersebut pula, Jokowi yakin masa depan nikel Tanah Air akan semakin cerah. Sekaligus, menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam melakukan hilirisasi industri.

Mengingat, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya yakin 3-4 tahun ke depan melalui manajemen pengelolaan yang baik, Indonesia akan menjadi produsen utama produk-produk barang jadi berbasis nikel," kata dia.

Komoditas nikel sejatinya memang bisa disulap menjadi barang jadi yang bisa menghasilkan nilai tambah. Misalnya, seperti baterai litihium, hingga baterai listrik.

Baca juga: Salah Kaprah Oli Ditambah Aditif untuk Tingkatkan Perfoma Mesin

Ilustrasi mobil listrik.The Guardian Ilustrasi mobil listrik.

"Hilirisasi industri nikel ini akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel. Jika diolah dengan sel baterai, nilainya akan meningkat 6-7 kali lipat, dan jika diolah jadi mobil listrik, maka nilai tambahnya akan meningkat 11 kali lipat," lanjutnya.

Selain itu pengembangan industri baterai listrik akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai seperti invesatsi motor listrik bus listrik.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.