Jangan Mau Beli Kendaraan Tanpa BPKB atau STNK, Banyak Ruginya

Kompas.com - 20/08/2021, 06:41 WIB
Pajak progresif dikenakan bagi dua kendaraan atau lebih dengan nama pemilik di STNK dan BPKB yang sama. Dok. SamsatPajak progresif dikenakan bagi dua kendaraan atau lebih dengan nama pemilik di STNK dan BPKB yang sama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil atau motor dengan dana terbatas adalah dengan mencari kendaraan bekas.

Namun, hal yang harus diperhatikan ialah kelengkapan surat-surat seperti BPKB dan STNK. Pada kenyataannya, dilapangan justru bisa terjadi sebaliknya.

Sang penjual tidak punya surat lengkap, hanya punya BPKB atau STNK saja. Situasi ini bisa terjadi baik untuk mobil dan motor keluaran baru atau yang sudah berumur.

Andi, pedagang mobil bekas dari diler Jordy Motor MGK Kemayoran mengatakan, membeli mobil tanpa surat lengkap alias hanya ada BPKB atau STNK saja, lebih banyak rugi dari pada untungnya.

Baca juga: Jika BPKB Hilang atau Rusak, Begini Cara dan Biaya Membuat yang Baru

“Kalau BPKB tidak ada, bisa saja di leasing. Nah, kalau ketemu di jalan sama debt collector mobil bisa ditarik. BPKB memang bisa diurus, tapi kalau dia bilang hilang nyatanya tidak mau diurus itu kemungkinan karena kredit. Jadi BPKB-nya dibilang hilang,” ucap Andi kepada Kompas.com belum lama ini.

Sementara kalau hanya punya BPKB saja, Andi menyarankan calon pembeli untuk cek STNK pajaknya sudah mati berapa tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

STNK Mitsubishi Eclipse CrossKOMPAS.com/DIO DANANJAYA STNK Mitsubishi Eclipse Cross

“Kalau cuma STNK saja tidak ada BPKB, saya sarankan jangan beli, karena bisa saja bermasalah dengan leasing atau lainnya,” kata Andi.

Darwin Danubrata, dari diler Songsi Motor di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menambahkan, selain mungkin bermasalah dengan pihak leasing, risiko membeli motor tanpa BPKB ialah kalau hilang sulit lapor.

“Risikonya nanti kalau motor hilang kita tidak bisa lapor, sebab BPKB itu bukti kepemilikan. Tanpa BPKB kan motor kita bisa dibilang bodong, sulit membuktikannya,” kata dia.

Baca juga: Menanti Kedatangan Toyota GR 86 di Indonesia

Darwin mengatakan, kebanyakan konsumen tergoda membeli motor bekas tanpa BPKB karena harganya murah. Apalagi untuk motor besar dengan harga yang cukup mahal.

“Beli motor tanpa BPKB pasti lebih murah, bisa setengah harga. Kalau benar BPKB-nya hilang bisa diurus lagi. Tapi lebih mudah urus STNK,” ucap Darwin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.