84.000 Orang Terancam PHK karena Peralihan Mobil Listrik

Kompas.com - 09/08/2021, 07:22 WIB
Ilustrasi: Industri perakitan otomotif nasional.
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi: Industri perakitan otomotif nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama beberapa dekade, mesin pembakaran internal telah menggerakkan industri otomotif di seluruh dunia. Sekarang, teknologi tersebut hampir memasuki usia senja dan dibayangi pergeseran ke mobil listrik.

Tren kendaraan listrik global dipercaya bakal memengaruhi ratusan ribu pekerjaan di sektor otomotif pada beberapa dekade mendatang.

Dilansir dari Nikkei, (8/8/2021), kebangkitan electric vehicle (EV) di Jepang telah mengancam hilangnya pekerjaan bagi 84.000 orang pada tahun 2050, atau sekitar 10 persen dari 686.000 pekerjaan di sektor suku cadang mobil.

Baca juga: Yamaha Daftarkan Nama Baru YZF-R2, Motor Sport 200 cc

Ilustrasi suku cadang dan komponen mobilKOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Ilustrasi suku cadang dan komponen mobil

Saat ini perubahan sudah dirasakan beberapa produsen. Kabar terbaru datang dari Honda Motor, yang menyebutkan bahwa pabrik powertrain di Moka, utara Tokyo, akan ditutup pada 2025 sebagai bagian dari transisi ke EV.

Honda menyebutkan, sebanyak 900 karyawan tetap akan dipindah ke unit lain. Sementara karyawan berusia 55 tahun ke atas yang menyasar lebih dari 2.000 orang ditawarkan pensiun dini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya pabrikan ini juga menyatakan bahwa kendaraan bertenaga bensin akan menghilang dari portofolio mulai 2040.

Baca juga: Hasil MotoGP Styria 2021, Jorge Martin Juara, Rossi Finish ke 13

Perakitan mobil listrik Volkswagen ID.3 di Zwickau, Jerman.REUTERS/Matthias Rietschel Perakitan mobil listrik Volkswagen ID.3 di Zwickau, Jerman.

Semua mobil baru akan menjadi EV dan kendaraan sel bahan bakar (fuel cell) bertenaga hidrogen. Rencana ini secara langsung bakal mengurangi kebutuhan akan suku cadang mesin.

Tercatat, kendaraan bermesin bensin membutuhkan hingga 30.000 komponen. Sedangkan EV disebut-sebut membutuhkan sekitar setengahnya saja.

Sebagian besar perbedaan ini disebabkan oleh konstruksi mesin pembakaran internal yang lebih rumit ketimbang dapur pacu mobil listrik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.