Pahami Etika Berkendara yang Benar Saat Melintasi Persimpangan

Kompas.com - 19/07/2021, 07:12 WIB
Salah satu persimpangan di Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Kota Tangerang, yang telah menggunakan sistem kendali lalu lintas kendaraan atau area traffic control system (ATCS), Kamis (5/10/2017). Melalui sistem ini, petugas bisa memantau kondisi di lokasi dengan pantauan kamera CCTV dan dapat memberi imbauan dengan pengeras suara. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Salah satu persimpangan di Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Kota Tangerang, yang telah menggunakan sistem kendali lalu lintas kendaraan atau area traffic control system (ATCS), Kamis (5/10/2017). Melalui sistem ini, petugas bisa memantau kondisi di lokasi dengan pantauan kamera CCTV dan dapat memberi imbauan dengan pengeras suara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Risiko kecelakaan saat berkendara bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Oleh sebab itu, penting bagi setiap pengendara memiliki kesadaran dan pemahaman berkendara yang baik dan benar.

Satu di antaranya adalah terkait cara dan etika berkendara saat di persimpangan. Masih cukup sering terjadi kesalapahaman pengendara di setiap persimpangan, hingga akhirnya menyebabkan kemacetan, pertikaian, sampai kecelakaan.

Seperti contoh video yang diunggah oleh akun instagram @dashcamindonesia, Minggu (18/7/2021). Dalam rekaman tersebut terlihat pengendara motor yang tidak mengurangi kecepatan ketika melintas di sebuah persimpangan.

Baca juga: Benarkah Power Steering Bisa Rusak Jika Terendam Banjir?

Pada saat yang bersamaan, terlihat pengemudi mobil lain yang melaju dari arah lainnya. Alhasil, tabrakan pun tak dapat dihindari.

Menanggapi pengemudi seperti ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, ini adalah contoh pengemudi yang minim ilmu pengetahuan berkendara.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di jalan raya itu bukan siapa duluan atau cepat, tapi siapa yang paling beretika. Tidak ada gunanya cepat tapi bisa berujung celaka atau justru mencelakai orang lain,” ucap Sony beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Sony melanjutkan, etika yang benar ketika berada di persimpangan, pertama adalah perhatikan lajurnya. Tidak dibenarkan memotong marka jalan, apalagi memotong kendaraan yang sudah ada di lajurnya.

“Kemudian kurangi kecepatan 100 meter sebelum persimpangan dan nyalakan lampu sein 50 meter. Setelah itu cover brake untuk antisipasi terhadap bahaya orang menyeberang dan perhatikan rambu-rambu,” kata dia.

Sony juga mengingatkan, bahwa jalan raya adalah milik bersama yang harus digunakan secara beretika.

“Jika lain kali bertemu pengemudi yang motong lajur, lebih baik kasih saja ruang demi keamanan dan terhindar dari konflik,” ucapnya.

Gambar 1. Utamakan kendaraan dari jalan utama (Mobil B), jika pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan,Korlantas Gambar 1. Utamakan kendaraan dari jalan utama (Mobil B), jika pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan,

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X