Kompas.com - 16/07/2021, 19:12 WIB
Ilustrasi kopling mobil transmisi manual Ilustrasi kopling mobil transmisi manual

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bertransmisi manual kerap dianggap memiliki tingkat keawetan komponen yang lebih tinggi dibandingkan dengan mobil matik.

Meski begitu, bukan berarti perawatan mobil transmisi manual bisa diabaikan. Sebab setiap komponennya juga memiliki usia pakainya tersendiri dan harus diganti jika kerjanya sudah tidak lagi optimal.

Di samping perawatan mobil terkait, perilaku atau sikap berkendara juga berpengaruh terhadap tingkat keawetan masing-masing komponen dalam mobil transmisi manual.

Baca juga: Update PPKM Darurat, Mulai Hari Ini 27 Exit Toll Jawa Tengah Ditutup

Secara garis besar, ada tiga komponen pada mobil transmisi manual yang dinilai rawan rusak. Yang pertama adalah kampas kopling. Kampas kopling jadi salah satu bagian dalam sistem transmisi yang menyalurkan tenaga dari mesin ke bagian penggerak roda mobil.

satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.Ghulam/Otomania satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu, Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak menuturkan bahwa usia rata-rata kampas kopling sekitar 80.000 kilometer.

“Masa pemakaian kampas kopling ini juga tergantung pada penggunaannya, ada yang kurang dari itu sudah harus diganti,” ungkap Suparna.

Ia menjelaskan jika kampas kopling sudah aus maka akan berpengaruh terhadap perpindahan gigi transmisi. Umumnya proses perpindahan gigi akan terasa lebih sulit.

Baca juga: Bebas Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Berlaku sampai 20 Juli 2021

Komponen yang kedua ialah cover kopling. Biasanya usia pakai cover ini sama dengan kampas kopling. Oleh karena itu, ketika melakukan penggantian kampas kopling disarankan turut mengganti cover koplingnya secara sepaket.

Suparna mengatakan, apabila penggantian kampas kopling tidak dibarengi dengan penggantian cover kopling, risikonya usia pakai kampas kopling akan lebih pendek dari biasanya.

Mesin bensin 2.0L (kiri) dan transmisi manual 6-percepatan (kanan) terbaru Toyota.DOK. TOYOTA Mesin bensin 2.0L (kiri) dan transmisi manual 6-percepatan (kanan) terbaru Toyota.

Ini disebabkan kondisi cover kopling yang lama sudah tidak rata. Hal tersebut yang menyebabkan kopling mudah rusak meskipun kampas sudah diganti dengan yang baru.

Baca juga: Update Penutupan 26 Akses Jalan Tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Lantas komponen yang ketiga adalah release bearing. Komponen ini merupakan bagian kecil yang ada pada perangkat cover kopling. Jika release bearing rusak, maka akan berpengaruh pada proses perpindahan transmisi.

Dalam kesempatan yang berbeda, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan jika release bearing rusak, akibatnya adalah perpindahan gigi transmisi jadi lebih sulit.

“Selain kampas kopling dan cover kopling, komponen mobil manual yang rawan rusak adalah release bearing. Ini berpengaruh saat perpindahan gigi transmisi,” kata Didi menjelaskan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X