Jumlah Perjalanan Bus AKAP Turun Drastis Saat PPKM Darurat

Kompas.com - 11/07/2021, 19:01 WIB
Para penumpang menaiki sebuah armada bus untuk pergi ke luar daerah tujuan dari Kota Tasikmalaya menjelang dimulainya pertama puasa, Senin (12/4/2021). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAPara penumpang menaiki sebuah armada bus untuk pergi ke luar daerah tujuan dari Kota Tasikmalaya menjelang dimulainya pertama puasa, Senin (12/4/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak berlakunya pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 3 Juli lalu, jumlah penumpang bus mengalami penurunan yang siginifikan.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penurunan penumpang yang drastis di terminal tipe A Jabodetabek.

"Penurunan penumpangnya (di terminal bus Jabodetabek) sangat besar cukup drastis sekitar 61 persen," ujar Polana B Pramesti, Kepala BPTJ Kemenhub, dalam konferensi virtual (9/7/2021).

Baca juga: Jadi 75 Titik, Berikut Update Lokasi Penyekatan PPKM Darurat Jakarta

Arus balik mulai terjadi di Terminal Kampung Rambutan, Selasa (18/5/2021). Pemudik dari luar Jabodetabek mulai berdatangan di terminal yang berlokasi di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur itu. Bus-bus disemprot disinfektan.Dok. Sudin Gulkarmat Jaktim Arus balik mulai terjadi di Terminal Kampung Rambutan, Selasa (18/5/2021). Pemudik dari luar Jabodetabek mulai berdatangan di terminal yang berlokasi di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur itu. Bus-bus disemprot disinfektan.

Adapun jumlah pergerakan kendaraan bus di terminal tipe A Jabodetabek juga menurutnya turun drastis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polana mengatakan, pergerakan kendaraan di terminal bus Jabodetabek turun hampir 39 persen. Penurunan drastis juga terjadi pada moda transportasi Transjakarta dan Transjabodetabek.

"Transjakarta di Jakarta penurunannya 30 persen. Sementara untuk Transjabodetabek drastis turun 81 persen," ucap Polana.

Baca juga: Simak Estimasi Biaya Servis Kaki-kaki Mobil

Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.Dok. PO Putera Mulya Sejahtera Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, mengatakan, secara umum pergerakan semua moda transportasi darat selama 5-8 Juli 2021 menurun. Hanya saja, Budi menuturkan persentase penurunannya cukup bervariasi.

"Kalau dari data Jabodetabek untuk angkutan umum baik bus yang datang dan berangkat ke Jakarta termasuk penumpangnya rata-rata turun," kata Budi.

Sebagai contoh, di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, biasanya rutin terdapat 124 kendaraan yang datang.

Baca juga: Makin Liar, Dorna Siapkan Sanksi Lebih Tegas buat Pebalap MotoGP

Suasana terminal bus Kalideres, Rabu (5/5/2021).Kompas.com/Sonya Teresa Suasana terminal bus Kalideres, Rabu (5/5/2021).

Namun sejak PPKM darurat, tercatat hanya 86 bus saja yang masuk ke Terminal Pulo Gebang atau turun sekitar 30 persen. Begitupun juga untuk keberangkatan bus mengalami penurunan.

"Keberangkatan itu hanya 159 bus rata-rata. Sekarang jadi 60 bus saja. Turunnya sekitar 60 persen," ujar Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.