Rossi Sebut Semakin Banyak Crash di MotoGP Saat Ini

Kompas.com - 02/07/2021, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap senior Valentino Rossi mengaku bahwa persaingan di ajang MotoGP saat ini sudah sedikit berbeda dibandingkan zamannya dulu di mana tidak sedikit yang berani mengambil risiko.

Dalam hal bermanuver misalkan, ia menilai para pebalap muda bisa melakukannya secara ekstrem serta agresif. Sehingga tidak heran, kasus crash di sirkuit menjadi semakin tinggi.

"Tapi ini hal bagus, karena gaya balap berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Terutama, pada posisi dan motor," kata Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.it, Jumat (2/7/2021).

Baca juga: Yamaha Rancang Pesawat Kecil

Alessio ?Uccio? Salucci, sahabat dan tangan kanan Valentino RossiFoto: Twitter GPOne.com Alessio ?Uccio? Salucci, sahabat dan tangan kanan Valentino Rossi

"Pebalap sekarang sangat miring saat melakukan belokan pada tikungan hingga bahu dan kepala mereka nyaris menyentuh lintasan,” lanjut dia.

Tak sampai di sana, pebalap yang kini membela tim Yamaha SRT tersebut mengatakan bila ajang MotoGP sekarang makin menuntut fisik. Itulah salah satu alasan banyak pebalap muda yang akhirnya tampil dominan.

Sebab, dengan kondisi fisik dan aerodinamika motor yang maksimal pebalap bisa melakukan late braking secara optimal di tikungan.

"Melalui late braking, Anda bisa begitu cepat di tikungan sehingga mampu mengubah jalannya balapan. Tapi ketika itu dilakukan, kamu harus memiliki fisik yang baik," kata Rossi.

Baca juga: Aturan Naik Taksi Online Selama PPKM Darurat

Valentino Rossi crash pada tikungan ketujuh lap ketujuh MotoGP Belanda 2021, Minggu (27/6/2021) malam WIB.MOTOGP Valentino Rossi crash pada tikungan ketujuh lap ketujuh MotoGP Belanda 2021, Minggu (27/6/2021) malam WIB.

"Kendaraan akan menjadi lebih berat ketika melakukan pergantian arah dan menikung. Jadi, perlu kekuatan lebih untuk menaklukkannya," ujar dia lagi.

Meski demikian, Rossi masih menikmati persaingan di MotoGP dan terus mencari cara agar bisa kembali mendominasi. Jadi, meskipun punya upaya menang berbeda, ia masih belum ingin menyerah.

"Terakhir, perbedaan zaman dulu dengan sekarang, saya pikir ada pada motor itu sendiri. Mulai dari ban, rem, serta piranti elektronik," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.