Kompas.com - 16/06/2021, 18:12 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengemudikan mobil sembari berkencan bersama sang istri, Tun Siti Hasmah Mohamad Ali, ke Kuala Lumpur Sabtu (23/11/2019). Twitter/DRMAHATHIRMOHAMAD via The Straits TimesPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengemudikan mobil sembari berkencan bersama sang istri, Tun Siti Hasmah Mohamad Ali, ke Kuala Lumpur Sabtu (23/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mengendarai mobil, pengemudi memang harus memastikan kendaraannya dalam kondisi prima pada seluruh aspeknya. Hal ini dilakukan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Namun selain perlu memastikan kondisi kendaraan, pengemudi juga harus siap merencanakan apa saja yang harus dilakukan dalam berbagai situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang baik sebelum memulai perjalanan.

Maka dari itu, jika menyetir bersama orang lain, penumpang yang duduk di samping pengemudi haruslah siap untuk menjadi seorang navigator. Navigator di sini bertugas untuk membantu mengolah dan memberikan informasi terkait perjalanan kepada pengemudi.

Baca juga: Ancaman Pabrikan Otomotif Imbas Perpanjangan Insentif PPnBM

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan, navigator berfungsi membantu pengemudi menyerap segala informasi yang didapat selama perjalanan. Dengan begitu pengemudi bisa lebih fokus dan berhati-hati.

Ilustrasi berkendara mobilSHUTTERSTOCK Ilustrasi berkendara mobil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Yang menjaga dan bertanggung jawab atas keamanan itu pengemudi, navigator hanya membantu. Sedangkan keputusannya tetap berada di tangan drivernya,” kata Sony kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Navigator tidak diharuskan bisa mengemudikan mobil, yang utama adalah perannya sebagai asisten pengemudi untuk memberikan informasi yang mungkin terlewat dari perhatian pengemudi tersebut.

Baca juga: Cara Aman Melewati Turunan Pakai Skutik

Sebab, terkadang pengemudi bisa saja terlalu fokus dalam menyetir dan memperhatikan kondisi jalan di depan hingga tidak menyadari rambu-rambu atau aturan lalu lintas yang sedang berlaku.

 

ilustrasi kursus mengemudiKompas.com/Fathan Radityasani ilustrasi kursus mengemudi

Misalnya jika daerah yang sedang dilalui ternyata sedang memberlakukan skema lalu lintas satu arah dalam waktu terbatas.

Apabila mobil yang ditumpangi berasal dari arah berlawanan, maka navigator harus bisa membantu pengemudi dalam menginformasikan keadaan lalu lintas dan jalur alternatif yang bisa dilalui.

Baca juga: Cek Promo Vespa LX 125 dan S 125 per Juni 2021

Meski tidak diharuskan bisa menyetir, Sony menyarankan akan lebih baik jika navigator juga bisa mengemudikan mobil yang sedang ditumpanginya.

“Paham mengemudi akan lebih baik, tetapi juga tidak harus (bisa mengemudi), yang penting persepsinya sama (dengan pengemudi),” kata Sony menambahkan.

Oleh karena itu, Sony pun turut menyarankan agar penumpang yang duduk di samping pengemudi tidak hanya duduk lalu tertidur selama perjalanan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X