Kompas.com - 14/06/2021, 17:41 WIB
Ilustrasi Hyundai Ioniq KOMPAS.com/RulyIlustrasi Hyundai Ioniq
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jarak tempuh pada baterai kendaraan listrik merupakan salah satu aspek penting untuk aktivitas mobilitas harian. Apalagi, bila mobil diputuskan untuk dibawa dalam jarak yang cukup jauh.

Sebab, pengisian daya kendaraan ini tidak seperti mobil berbahan bakar minyak (BBM) yang memerlukan waktu singkat. Durasi rata-rata yang diperlukan untuk pengisian penuh (0-100 persen) ialah 14 jam atau 4 jam dalam keadaan fast charging.

Memang dalam hal konsumsi daya, mobil listrik sangat murah dari mobil konvensional. Dalam suatu simulasi, kisaran biaya yang perlu dikeluarkan dalam 120 kilometer ialah Rp 75.000.

Baca juga: Lebih Terjangkau, Berikut Estimasi Harga Daihatsu Rocky 1.2L

Kaca film V-KoolV-Kool Kaca film V-Kool

"Sehingga, dalam menggunakan mobil listrik kita harus melakukan perubahan prilaku pula. Guna memaksimalkan keiritan dan jangka waktu pengunaan mobil, bisa mengoptimalkan penggunaan kaca film," kata Head of After Sales Service Div. PT. V-KOOL Indo Lestari, Billy Susanto.

“Anggapan semakin gelap kaca film maka semakin menolak panas, sejatinya lahir karena ketidaktahuan dalam membedakan antara panas dengan silau. Kaca film itu bisa menolak panas," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kaca film dengan kadar gelap 20 persen pun, ujar Billy, bila material yang dipakai memang mampu menolak sinar Infra red (IR) dan ultra violet (UV) cukup bagus, bisa tetap tahan panas.

"Panas matahari akan dirasakan melalui sengatan perih ke kulit atau timbulnya hawa panas, sementara silau adalah cahaya yang masuk dan diteruskan ke dalam ruang kabin yang tidak membawa energi panas menyegat,” kata Billy.

Baca juga: Cara Blokir STNK pada Kendaraan yang Sudah Dijual

Paint Protection Film (PPF) V-KoolPaint Protection Film (PPF) V-Kool Paint Protection Film (PPF) V-Kool

Menurut dia, suhu di kabin mobil listrik membutuhkan pendinginan lebih cepat untuk mereduksi energi terbuang lebih banyak yang menggerakkan kompresor AC.

"Kaca film juga dapat membuat mobil lebih efisien karena sangat efefktif menurunkan suhu mobil. Kalau suhu kabin sudah dingin, AC tidak perlu dipasang di posisi dua bahkan tiga, yang membuat kompresor AC terus-menerus bekerja sehingga menguras energi dari baterai," tambah Billy.

Sementara khusus kaca samping dan belakang, disarankan pakai kaca film lebih gelap untuk sisi keamanan dan privasi. Adapun tingkat kegelapan pada kaca film 60-80 persen masih cukup aman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X