Leasing Sulit Kasih Kredit Kendaraan Listrik

Kompas.com - 10/06/2021, 17:21 WIB
WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.                   Foto: IstimewaWIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar kendaraan bermotor listrik di dalam negeri tengah mengalami perkembangan yang positif seiring dengan hadirnya berbagai aspek pendukung seperti kebijakan pemerintah dan infrastruktur.

Meski belum bisa berakselerasi secara signifikan, hal tersebut jadi poin penting untuk terus mendorong sekaligus mengedukasi terkait penggunaan kendaraan listrik di kehidupan bermasyarakat.

Hanya saja bagi individu yang ingin membeli kendaraan listrik lewat perusahaan pembiayaan atau secara kredit, saat ini masih terbatas. Sebab masih sedikit yang memiliki rumusan skema pembiayaannya.

Baca juga: Generasi Baru Isuzu D-Max Mendarat di Negara Tetangga

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Dok. PT Jasamarga Related Business (JMRB). Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

"Menakar resale value dari kendaraan listrik itu cukup sulit, sementara hal tersebut menjadi salah satu faktor pembiayaan," kata Direktur Portfolio Adira Finance Harry Latif, di Jakarta belum lama ini.

"Kita tahu bahwa 25-35 persen komponen penting di kendaraan itu adalah baterai. Sementara kapasitas dan durabilitas baterai beda-beda tiap merek jadi harus dihitung dengan komperhensif," lanjut dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya saja untuk konsumen borongan atau fleet, pihak Adira sudah bisa memperkirakan skema pembiayaan terbaik yang dapat dipilih. Karena, sudah ada perusahaan terkait yang melakukannya.

"Kalau fleet dari kualitas baterai (berapa tahun bisa digunakan) dan keseriusan mereka untuk berbisnis. Ini khusus roda dua, kalau mobil mungkin akan sedikit berbeda pertimbangannya," ujar Latif.

Baca juga: Ratusan Unit Motor Listrik Gesits Dikirim ke Afrika

Ilustrasi stasiun penukaran baterai motor listrikDok. Nikkei Asia Ilustrasi stasiun penukaran baterai motor listrik

Dalam kesempatan sama, ia menyebut bahwa perkembangan motor listrik baru yang didistribusikan ke konsumen tiap bulannya saat ini cukup stabil.

Tetapi, kuantitasnya masih minim yaitu 1-3 unit. Sedangkan untuk mobil lebih kecil lagi bahkan tidak menentu. Artinya, tidak selalu ada penjualan di tiap bulannya.

"Mengenai perkiraan motor listrik bisa populer di Indonesia, kita tak bisa memprediksinya namun jika mengacu riset-riset yang ada mungkin lima tahun ke depan," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X