Ketika Motor Berhenti, Turunkan Kaki Kiri atau Kanan

Kompas.com - 10/06/2021, 10:42 WIB
Ilustrasi berkendara di era new normal IstimewaIlustrasi berkendara di era new normal

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mengendarai sepeda motor pasti akan ada momen di mana kaki akan turun, entah kaki kanan atau kaki kiri.

Meski terlihat sepele, nyatanya turun kaki juga memiliki tata cara. Lantas, kaki mana yang dianggap paling sesuai dari kacamata safety riding?

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, dalam teknik safety riding ketika motor dalam keadaan berhenti maka pengendara disarankan untuk menurunkan kaki kiri.

Baca juga: Thailand Punya Skuter Listrik Buatan Sendiri, Cocok Buat Ojol

“Hal ini karena karena, kaki kanan digunakan untuk menginjak rem belakang sehingga tangan bisa beraktivitas dengan aman tanpa khawatir sepeda motor maju,” kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Pendapat serupa juga diutarakan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu. Jusri mengatakan, idealnya saat turun kaki yang digunakan adalah kaki kiri sedangkan kaki kanan tetap pada foot step.

Zero Motorcycles membawa ciri khas baru berkendara moge.Garansindo Technologies Zero Motorcycles membawa ciri khas baru berkendara moge.
“Pertimbangannya kalau di motor sport rem belakang ada di posisi kanan, jadi untuk berjaga-jaga. Lantas bagaimana dengan motor matik? Meskipun remnya berada di tangan. Tidak apa-apa juga kaki kiri yang turun,” kata Jusri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agus menambahkan, aturan ini sebaiknya diterapkan di segala jenis motor, baik motor matik, motor sport, ataupun motor bebek.

Baca juga: PPnBM 50 Persen, Cicilan Toyota Raize per Bulan Mulai Rp 3,7 Jutaan

“Tidak ada perbedaan (jenis motor). Alasannya, karena lalu lintas di Indenesia jika akan mendahului harus dari sisi sebelah kanan. Sehingga kaki kiri lebih aman jika kondisi berhenti. Jadi sebaiknya dalam kondisi apapun dan jenis motor apapun usahakan kaki kiri yang turun saat berhenti,” kata dia.

Hal tersebut juga berlaku saat motor berada di tanjakan dan turunan. Sebab di tanjakan pengendara hanya memakai rem depan akan kesulitan saat mau memutar gas terutama jika memakai motor kopling dikhawatirkan motor akan mundur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.