Bedanya Bus di Negara Lain dan Indonesia Soal Keselamatan Penumpang

Kompas.com - 06/06/2021, 17:21 WIB
Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Naik bus di Indonesia kadang masih belum menjadi pilihan pertama seseorang. Terkait soal keamanannya, kadang bus terlibat dalam kecelakaan yang fatal, sehingga orang berpikir lagi saat mau naik bus.

Parahnya kecelakaan tadi salah satu penyebabnya adalah penumpang yang panik, tidak tahu harus melakukan apa jika bus terlibat kecelakaan. Berbeda ceritanya dengan bus yang ada di negara-negara maju.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, di negara maju, prosedur keselamatan penumpang bus sudah disosialisasikan dengan baik, sehingga penumpang tidak panik jika ada keadaan darurat saat naik bus.

Baca juga: Harga Yaris dan City Hatchback Naik, Berikut Daftarnya

Kabin bus listrik ZhongtongKOMPAS.com/SETYO ADI Kabin bus listrik Zhongtong

“Di luar negeri, yang namanya bus safety ride procedure, itu sangat disosialisasikan. Bahkan ada selebaran soal prosedur keselamatan penumpang ini di tempat-tempat seperti halte dan terminal,” kata Jusri kepada Kompas.com, Sabtu (5/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jusri menjelaskan selebaran tadi berisi bagaimana memilih bus yang aman, lalu apa saja hak penumpang bus. Misalnya jika pengemudi bus menyetir dengan ugal-ugalan atau membahayakan, penumpang bisa menegur.

Safety procedure ini mutlak di luar negeri, di negara-negara maju. Misalnya di Australia atau Singapura, prosedur ini mutlak ada untuk penumpang sebelum naik bus,” ucap Jusri.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2021, Quartararo di Depan, Rossi Crash

Safety procedure saat ini juga sudah wajib dilakukan pada semua penumpang pesawat. Prosedur ini diberikan oleh pramugari sebelum pesawat take off sehingga penumpang tahu apa yang harus dilakukan ketika mengalami kondisi darurat.

Namun sayangnya, untuk bus sendiri belum ada yang melakukan hal seperti itu. Padahal dengan melakukan prosedur keselamatan bagi penumpang, tentu risiko cedera korban setidaknya bisa berkurang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.