Masih Banyak Warga Sipil Nekat Pakai Strobo, Pahami Lagi Aturannya

Kompas.com - 06/06/2021, 17:01 WIB
Tangkapan layar pengguna lampu strobo yang meresahkan Dashcam Owners indonesiaTangkapan layar pengguna lampu strobo yang meresahkan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan lampu strobo atau rotator oleh masyarakat sipil masih banyak terjadi di jalan raya. Pasalnya, bukan hanya menyalahi aturan namun juga meresahkan pengedara lainnya.

Seperti yang terlihat dalam video yang diunggah oleh akun instagram @dashcam_owners_indonesia pada Minggu (6/6/2021), sebuah kendaraan SUV berwarna hitam sedang melintas dengan menyalakan lampu strobo. Padahal yang bersangkutan bukanlah ambulans maupun petugas kepolisian.

Baca juga: Tarif Bus Patas PO Efisiensi Jawa Tengah dan Jogja Jalur Selatan

Hal tersebut membuat pengendara yang berada di depan maupun yang dibelakang merasa terganggu akibat pancaran lampu strobo yang silau. Gangguan tersebut bisa mengakibatkan kehilangan konsentrasi dan menimbulkan potensi bahaya.

Perlu diingat lagi, sebenarnya aturan penggunaan lampu strobo sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sesuai pasal 134 dan 135 UU tersebut, strobo atau sirine hanya boleh dipasang pada kendaraan yang mendapatkan hak utama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendaraan yang boleh menggunakan lampu strobo antara lain sebagi berikut:

  1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
  2. Ambulans yang mengangkut orang sakit.
  3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
  4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia.
  5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.
  6. Iring-iringan pengantar jenazah.
  7. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Baca juga: Jadwal MotoGP Catalunya 2021, Balapannya Maju Sejam

Selanjutnya dalam pasal 135 pasal 1, disebut kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.

Ilustrasi lampu rotator dan strobo Ilustrasi lampu rotator dan strobo

Pada saat menghadapi pengemudi dengan menggunakan lampu strobo, Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, jika berpapasan dengan pengguna lampu strobo di jalan, sebaiknya dihindari untuk tindakan pencegahan.

"Kalau berpapasan, sebaiknya kita mencoba untuk menghindari menatap lampu strobonya. Karena kalau kita melihat secara langsung bisa jadi membuat mata kita silau dan mengakibatkan kehilangan konsentrasi saat mengemudi," ucap Marcell kepada kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Dapat Diskon PPnBM 50 Persen, Ini Harga Terbaru Toyota Raize di Surabaya

Marcell juga mengatakan, jika kita melihat kendaraan yang menggunakan lampu strobo dari belakang, sebaiknya dihindari dan lebih baik mengalah serta memberi jalan. Karena kita sendiri tidak tahu apakah itu merupakan kendaraan prioritas atau bukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.