Gara-gara Pakai Google Maps, Bus Ini Tersangkut di Kelok 44

Kompas.com - 06/06/2021, 13:41 WIB
Bus wisata tersangkut di kelok 44 DOK. ANTARABus wisata tersangkut di kelok 44

JAKARTA, KOMPAS.com – Satu unit bus pariwisata tersangkut di Kelok 44, tepatnya di Kelok 14 Kecamatana Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, jumat (4/6/2021).

Bus yang memiliki dimensi yang panjang serta ground clearance yang rendah ini tersangkut di Kelok 14 yang tajam dan sempit. Melansir dari Antara News, sopir menggunakan aplikasi Google Maps saat berangkat menuju Lubukbasung dari Bukittinggi.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Agam Apriwandi mengatakan, jalan provinsi itu hanya berkapasitas delapan ton dan panjang kendaraan sembilan meter. Sedangkan bus yang melintas merupakan bus besar dengan panjang 12 meter.

Baca juga: Jadwal MotoGP Catalunya 2021, Balapannya Maju Sejam

Ilustrasi Google Maps menampilkan Masjid Istiqlal.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi Google Maps menampilkan Masjid Istiqlal.

Menanggapi bus pariwisata yang salah mengambil jalan karena aplikasi navigasi, Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, aplikasi tersebut sebaiknya hanya sebagai informasi dan waktu tempuh saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tidak semua fasilitas jalan dapat dilalui berbagai jenis kendaraan. Bus dan truk diwajibkan lewat jalan utama, karena biasanya jalan alternatif dimensinya kecil atau sempit dan tidak didesain untuk kendaraan besar,” ucap Sony kepada Kompas.com, Minggu (6/6/2021).

Baca juga: Dapat Diskon PPnBM 50 Persen, Ini Harga Terbaru Toyota Raize di Surabaya

Jika kendaraan tersebut dipaksa melalui jalan yang sempit, tentu bisa merusak jalan dan membuat kemacetan.

Kemudian jika pengemudi memakai maps untuk melihat jalan alternatif karena tersasar, lebih baik melakukan koordinasi dan tanya warga sekitar.

“Boleh saja memakai aplikasi navigasi, namun hanya sebagai petunjuk alternatif. Untuk memastikan jalannya bisa dilalui atau tidak, tanya warga sekitar,” kata Sony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X