Evaluasi Larangan Mudik Lebaran, Tercatat 5,6 Juta Orang Tetap Mudik

Kompas.com - 27/05/2021, 16:08 WIB
Suasana lalu lintas di ruas Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/5/2021). Pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, lalu lintas Jakarta kembali padat. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSuasana lalu lintas di ruas Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/5/2021). Pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, lalu lintas Jakarta kembali padat.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyebut telah selesai melakukan evaluasi hasil pengendalian transportasi selama larangan mudik Lebaran 2021.

Bersama beberapa pihak terkait, dinyatakan bahwa pengendalian berjalan secara maksimal dan berhasil mengurangi pergerakan massa di semua moda transportasi mudik.

“Hal ini bisa menjadi indikasi masyarakat menyadari bahaya di balik aktivitas mudik, sebagai hasil dari komunikasi dan sosialisasi yang sangat intensif dilakukan” kata Adita, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Kemenhub Targetkan Pemerintah Kota dan Daerah Pakai Mobil Listrik

Sejumlah kendaraan melintas di Pos Penyekatan Bundaran Waru depan Mal City of Tomorrow (Cito), perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (22/5/2021).KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Sejumlah kendaraan melintas di Pos Penyekatan Bundaran Waru depan Mal City of Tomorrow (Cito), perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (22/5/2021).

Ia merinci, pengendalian tersebut diterapkan pada peniadaan mudik berlangsung pada 6-17 Mei 2021.

Kemudian sebelum dan sesudahnya dilaksanakan masa pengetatan syarat perjalanan yaitu selama 22 April sampai 5 Mei 2021 serta pascaperjalanan 18-24 Mei 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Total pergerakan penumpang di fase prapeniadaan mudik, masa peniadaan mudik dan pascapenidaan mudik (22 April – 24 Mei 2021) mencapai sekitar 5,6 juta orang," ungkapnya.

Khusus pada peniadaan mudik pada 6-17 Mei 2021, lanjut Adita, tercatat jumlah rata-rata harian pergerakan penumpang turun sampai sekitar 81 persen jika dibandingkan dengan hari biasa.

“Kami mengapresiasi adanya kesadaran dari masyarakat yang patuh terhadap ketentuan peniadaan mudik, sekaligus membantu mencegah meluasnya kasus positif Covid-19 di Indonesia,” ucap Adita.

Baca juga: Perum PPD Siap Operasikan Bus Listrik

warga yang terjaring razia di pos penyekatan di tes swab antigen secara acak.KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM warga yang terjaring razia di pos penyekatan di tes swab antigen secara acak.

Adapun sampai 31 Mei 2021, kini seluruh warga yang melakukan aktivitas mobilitas ke Pulau Jawa dan Sumatera wajib menunjukkan dokumen negatif covid hasil rapid antigen yang berlaku 1x24 jam.

Tujuannya, untuk menekan potensi penyebaran virus corona alias Covid-19 usai libur Lebaran 2021.

Adita mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa titik untuk tes random tes Covid-19 gratis secara intensif untuk penumpang, khususnya angkutan bus di Sumatera dan mandatory check.

"Ditujukan untuk memastikan para pelaku perjalanan dalam kondisi sehat (bebas Covid-19) dan tidak terjadi penularan ke daerah lain,” kata Adita

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.