Usai Larangan Mudik, BPTJ Catat Peningkatan Penumpang Bus AKAP

Kompas.com - 24/05/2021, 09:22 WIB
Sejumlah calon penumpang bersiap naik bus di area Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pemerintah memutuskan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat mulai berlaku Jumat (24/4) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHASejumlah calon penumpang bersiap naik bus di area Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pemerintah memutuskan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat mulai berlaku Jumat (24/4) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat terjadi peningkatan jumlah penumpang Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) sejak layanannya dibuka lagi usai masa larangan mudik.

Peningkatan ini terlihat di tiga dari empat terminal Tipe A, termasuk untuk layanan Bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP).

Kepala BPTJ Polana B Pramesti menyebutkan, berdasarkan data pada 18 hingga 21 Mei 2021, tercatat terjadi kenaikan jumlah keberangkatan penumpang AKAP di Terminal Jatijajar Depok, Terminal Poris Plawad Tangerang, dan Terminal Baranangsiang, Bogor Jawa Barat hingga 8,87 persen.

Sementara khusus untuk terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan tidak terjadi kenaikan. Peningkatan terjadi dengan asumsi dibandingkan dengan jumlah rata-rata penumpang pada masa normal yaitu di Januari-Maret 2021.

Baca juga: Pengetatan, Dishub Pastikan Penumpang Bus AKAP Turun di Terminal

"Pada hari-hari biasa seperti pada Januari sampai dengan Maret, rata-rata per hari Terminal Baranangsiang melayani penumpang sekitar 203 orang. Pasca masa peniadaan mudik, Terminal Baranangsiang tercatat melayani sebanyak 221 penumpang rata-rata per hari," kata Polana dalam keterangan resminya, Minggu (23/5/2021).

Sejumlah penumpang bus tengah bersiap untuk menaiki salah satu layanan bus dari Terminal Poris Plawad, Minggu (11/4/2021).KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Sejumlah penumpang bus tengah bersiap untuk menaiki salah satu layanan bus dari Terminal Poris Plawad, Minggu (11/4/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara dari sisi destinasi yang paling banyak dituju, yakni Wonosobo Jawa Tengah, Lampung, dan Padang. Untuk layanan AKAP di Terminal Poris Plawad Tangerang, pada pasca-peniadaan mudik, naik sekitar 74 persen.

Menurut Polana, jurusan atau tujuan layanan bus AKAP dari 78 perusahaan di Poris Plawad, paling banyak melayani rute Padang dan Madura.

"Apabila pada waktu normal rata-rata setiap hari melayani penumpang sekitar 446 orang, maka selepas masa peniadaan mudik Terminal Poris Plawad rata-rata melayani sejumlah 776 penumpang per hari," ujar Polana.

Sementara di Terminal Jatijajar Depok, Polana mengatakan terhadap kenaikan pengguna layanan AKAP. Dari biasanya sekitar 324 orang perhari, usai larangan mudik menjadi 519 penumpang.

Baca juga: Terminal Dibuka, Bus AKAP Bisa Beroperasi dengan Pengetatan

Dengan jumlah tersebut, untuk kenaikan penumpang di Jatijajar kurang lebih sekitar 60 persen. Sementara kota tujuan terbanyak yakni Ponorogo, Bojonegoro, Yogyakarta, dan Pekalongan dengan 48 PO bus yang beroperasi.

Sejumlah calon penumpang bersiap naik bus di area Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pemerintah memutuskan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat mulai berlaku Jumat (24/4) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA Sejumlah calon penumpang bersiap naik bus di area Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pemerintah memutuskan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat mulai berlaku Jumat (24/4) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X