Mitos atau Fakta, Jalan Beton Bikin Ban Mobil Cepat Aus?

Kompas.com - 24/05/2021, 07:12 WIB
Pengerjaan proyek jalan beton di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (3/6/2012). Jalan dibeton karena konstruksi jalan lama dari aspal mudah rusak akibat beban berat kendaraan yang melintas. KOMPAS/IWAN SETIYAWANPengerjaan proyek jalan beton di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (3/6/2012). Jalan dibeton karena konstruksi jalan lama dari aspal mudah rusak akibat beban berat kendaraan yang melintas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurangnya perawatan, serta pemakaian yang tidak sesuai bisa menjadi faktor permukaan ban pada kendaraan menjadi mudah aus atau gundul, baik mobil atau pun motor. Tidak hanya itu, faktor eksternal juga bisa menjadi penyebabnya.

Ada salah satu anggapan yang mengatakan, bila kendaraan sering digunakan pada lintasan permukaan beton membuat karet ban mudah rusak dan aus. Hal ini lantaran gaya gesekan yang lebih berat dibandingkan permukaan aspal.

Lantas, benarkah anggapan tersebut, atau hanya sekedar mitos belaka?

Baca juga: Tidak Disarankan Sering Ganti-ganti Merek Oli Mesin

On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Jalan beton itu ada yang dua garis atau rain groove-nya lurus (straight), dan melintang (cross). Nah, yang membuat telapak ban cepat aus itu yang cross, karena ban seperti di parut,” ucap Zulpata saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/5/2021).

Ilustrasi jalan tol.Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Ilustrasi jalan tol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Namun, jangan bayangkan sedang parut kelapa yang bisa cepat habis. Ban jadi sedikit lebih cepat aus saja jika dibandingkan kalau kita jalan di permukaan aspal halus,” lanjutnya.

Zulpata melanjutkan, tidak semua jalan di Indonesia memiliki tekstur beton, bahkan pada jalan tol sendiri pun permukaan beton hanya di beberapa ruas saja. Artinya, gerak ban tidak akan selalu berada pada lintasan beton.

Baca juga: Terjadi Lagi, Wheelie Sambil Boncengan Berujung Cium Aspal

Selain itu, kunci utama agar permukaan ban tidak cepat habis adalah dengan perawatan yang tepat dan gaya berkendara pengemudi. Jadi, menurut Zulpata tidak tepat jika menyalahkan lintasan beton yang membuat karet ban menjadi mudah aus.

“Meski sering melewati permukaan beton saat berkendara, selama menggunakan dalam kondisi wajar, alias tidak agresif, dan kecepatan sudah sesuai dengan aturan serta tidak melakukan pengereman mendadak, sebenarnya tidak masalah,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X