Polisi Sebut Puncak Arus Balik Jabodetabek Belum Terjadi

Kompas.com - 17/05/2021, 14:21 WIB
Kendaraan yang melintasi ramai lancar di Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAKendaraan yang melintasi ramai lancar di Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Jumat (7/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Libur Lebaran telah usai, puncak arus balik pun diprediksi akan terjadi pada 17 Mei 2021 dan 20 Mei 2021.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, puncak arus balik kendaraan yang masuk Jabodetabek usai libur Idul Fitri 1442 Hijriah belum terjadi pada akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, volume kendaraan yang melintasi arah Jabodetabek mencapai 21.000 unit pada akhir pekan ini. Biasanya jumlah kendaraan arus balik lebih dari 60.000 unit.

Baca juga: Mulai Beroperasi, Ini Lokasi SIM Keliling di Jakarta

“Biasanya arus balik di atas 60.000. Kita lihat nanti perkembangannya,” kata Istiono dalam keterangan resmi, Senin (17/5/2021).

Istiono menambahkan akan terus memantau kesiapsiagaan petugas di Pos Penyekat KM 34 Tol Cikampek-Jakarta. Pemantauan tersebut juga turut didampingi oleh Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksawan dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyekatan larangan mudik hari pertama di tol kalikangkung Semaramg, Kamis (6/5/2021).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Penyekatan larangan mudik hari pertama di tol kalikangkung Semaramg, Kamis (6/5/2021).

Berdasarkan statistik, Istiono menjelaskan, volume kendaraan dari Jawa Tengah yang masuk Jabodetabek pada musim arus balik Lebaran 2020 menurun 52 persen, dari Jabar menurun 56 persen, dan dari Sumatera menuju Jabodetabek menurun 73 persen.

“Dari hasil data tersebut, diprediksi puncak arus balik Idul Fitri 1442 Hijriah berpotensi terjadi pada akhir pekan depan,” kata dia.

Baca juga: Usai Mudik, Jangan Lupa Urut Kaki-kaki Mobil

Lebih lanjut, penurunan volume kendaraan yang memasuki wilayah DKI Jakarta dipengaruhi Aparat Sipil Negara (ASN),TNI, Polri dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang patuh untuk tidak mudik.

“Sementara itu, kendaraan yang diputarbalikkan agar tidak terjadi kerumunan massa pada sejumlah konsentrasi wisata sebanyak 42.307 unit,” ucap Istiono.

Istiono berharap masyarakat benar-benar paham kondisi tersebut. Sebab menurutnya, petugas di lapangan sudah bekerja keras, sudah maksimal untuk menekan penyebaran Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X