Sepeda Motor Kerap Masuk Jalan Tol, Ini Kata Jasa Marga

Kompas.com - 16/05/2021, 09:01 WIB
Sejumlah pengendara melintasi tol Wiyoto Wiyono untuk menghindari banjir di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020). Pengendara motor memasuki tol Wiyoto Wiyono untuk menghindari banjir di jalan jenderal Ahmad Yani. ANTARA FOTO/ Fakhri HermansyahSejumlah pengendara melintasi tol Wiyoto Wiyono untuk menghindari banjir di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020). Pengendara motor memasuki tol Wiyoto Wiyono untuk menghindari banjir di jalan jenderal Ahmad Yani.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini semakin marak kasus sepeda motor yang memasuki jalan tol.

Paling baru melibatkan seorang pria yang membonceng wanita menerobos masuk dan melintas jelang pintu keluar Jatiwaringin Km 04 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Kamis (13/5/2021).

Terkait kejadian ini pihak Jasa Marga telah melakukan penelusuran terhadap pelanggaran tersebut. 

Baca juga: Kasus Mobil Seret Orang, Pengemudi di Indonesia Masih Tak Bertanggung Jawab

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, kendaraan roda dua tersebut masuk dari akses arteri Halim Km 0 arah Cikampek dan keluar di Km 04 akses Jatiwaringin Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati mengatakan, Jasa Marga sangat menyayangkan tindakan pengendara motor yang masuk dan menggunakan jalan tol hingga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Larangan motor masuk ke dalam jalan tol dibuat demi keselamatan pengendara sepeda motor yang bersangkutan.

pengendara motor masuk tolinstagram.com/kompas.otomotif pengendara motor masuk tol

"Jalan tol itu hanya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat. Akan berbahaya sekali jika motor masuk ke dalam jalan tol karena jalan tol di desain untuk kecepatan tinggi. Rambu-rambu larangan masuk telah kami pasang di setiap akses masuk tol,” ucap Widiyatmiko dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (15/5/2021).

Widyatmiko melanjutkan, jika motor masuk jalan tol, maka seperti yang terjadi kemarin, pengendara tersebut akan dikejar untuk kemudian digiring ke pintu keluar baik oleh Petugas Layanan Jalan Tol, Satgas Kamtib hingga Patroli Jalan Raya (PJR) dan akan dikenakan tindakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Operasi Penyekatan di Solo Masih Berlangsung sampai 24 Mei 2021

Sementara itu, Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Transjawa Tollroad Regional Division (JTTRD) Corry Annelia Poundti H mengatakan, sebagai bentuk upaya agar kejadian ini tidak terulang lagi, pihaknya telah menempatkan personil keamanan dan ketertiban (kamtib) di beberapa titik lokasi Tol Jakarta-Cikampek untuk meningkatkan pengawasan.

“Selain itu, kami dari JTTRD maupun Jasa Marga juga sudah sosialisasi melalui media sosial untuk mengedukasi pengguna jalan bahwa jalan tol hanya untuk kendaraan roda empat atau lebih,” ucap Corry kepada Kompas.com, Sabtu (15/5/2021).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.