Kenapa Jalan Tol Sering Kecolongan Motor Bisa Masuk, Bahkan Becak?

Kompas.com - 16/05/2021, 07:01 WIB
Tangkapan layar video yang menampilkan pengendara becak membawa dua penumpangnya melintasi jalan tol viral di media sosial. FACEBOOKTangkapan layar video yang menampilkan pengendara becak membawa dua penumpangnya melintasi jalan tol viral di media sosial.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus pengendara sepeda motor masuk jalan tol bisa dibilang kerap terjadi akhir-akhir ini. Terakhir ada pengendara motor tanpa mengenakan helm di Tol Cikampek jelang Exit Jatiwaringin.

Parahnya, ada lagi kasus  becak yang masuk Jalan Tol Surabaya-Gresik, tepatnya di Gerbang Tol Tandes Timur 1, Jumat (14/5/2021). Diketahui kalau becak masuk dari Dupak yang tidak memiliki gerbang tol.

Sebenarnya, jalan menuju jalan tol sudah memiliki rambu-rambu. Misalnya seperti larangan becak, kendaraan roda dua dan tiga, maupun pejalan kaki. Namun, sampai saat ini pelanggaran akan rambu masih saja terjadi.

Baca juga: Kenapa Sistem Pengereman Truk dan Bus Kebanyakan Masih Model Tromol?

pengendara motor masuk tolinstagram.com/kompas.otomotif pengendara motor masuk tol

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, perlu digarisbawahi, kejadian pelanggaran seperti ini menggambarkan orang Indonesia walaupun melihat, mendengar, dan melakukan, mereka enggak paham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mereka membaca, melihat, melakukan, tapi tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka lakukan. Kita itu cenderung tidak paham apa yang dilakukan dan sudah menjadi budaya di negara berkembang,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Sabtu (15/5/2021).

Berbeda dengan orang di negara maju, ketika melakukan sesuatu, mereka harus tahu untuk apa, mengapa, dan bagaimana.

Sedangkan di Indonesia, orangnya sering tidak paham apa yang sebenarnya dilakukan.

Baca juga: Kenapa Truk dan Bus Kebanyakan Memakai Mesin Diesel?

“Pengguna jalan di Indonesia bisa mengemudi dengan terampil karena terbiasa, tapi tidak diikuti dengan pemahaman. Untuk menjadi pengguna jalan, harus memiliki keterampilan, pengetahuan, dan attitude,” kata Jusri.

Jika salah satu dari tiga hal ini kurang, maka bisa terjadi pelanggaran seperti pengendara motor yang masuk jalan tol.

Orang tersebut tentu memiliki keterampilan mengendarai motor, namun pengetahuan dan pemahaman soal larangan motor masuk tol masih nihil.

Pengendara motor secara sengaja nekat masuk tolDok. @dashcamindonesia Pengendara motor secara sengaja nekat masuk tol

“Lalu jika kita lihat becak tadi, dia punya keterampilan membawa becak, tapi dia enggak punya pengetahuan becak itu tempatnya di mana, harus ngapain,” ucapnya.

Selain itu penumpangnya juga seharusnya tahu kalau becak tidak bisa masuk tol, tapi tidak mengerti dan tetap lakukan pelanggaran. Padahal becak masuk jalan tol sangat berbahaya, apalagi ada kendaraan dengan kecepatan yang tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.