Menyandarkan Tangan di Tuas Bisa Bikin Transmisi Manual Rusak

Kompas.com - 11/05/2021, 10:02 WIB
Transmisi manual Wuling Confero. IstimewaTransmisi manual Wuling Confero.

JAKARTA, KOMPAS.com – Melakukan perpindahan gigi di mobil transmisi manual memang harus dilakukan sendiri. Namun, ada saja kebiasaan pengemudi yang kerap menyadarkan, mengistirahatkan, atau menaruh tangan kirinya pada tuas transmisi manual walaupun tidak sedang ingin mengganti gigi.

Kebiasaan ini dianggap sepele, namun ternyata bisa menyebabkan kerusakan pada transmisi. Misalnya seperti yang dituliskan Wuyung Setyono dan Daryanto dalam buku “Teori dan Reparasi Sistem Pemindah Tenaga”.

Dalam buku tersebut, dikatakan kalau mengistirahatkan tangan pada shifter mobil manual merupakan kebiasaan buruk yang bisa merusak transmisi. Tapi apa benar demikian?

Baca juga: Lawan Ducati, Kekuatan Yamaha Ada di Kemampuan Menikung

Mitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT
APHIT McKlein Mitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, dari segi teknis, tidak ada kaitannya menaruh tangan di tuas perseneling saat mengemudi dengan kerusakan transmisi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selama tangannya hanya nempel, enggak ada pengaruh sama sekali. Namun, sebaiknya memang setelah mengganti gigi, tangan harus kembali ke setir dengan alasan keamanan berkendara,” ucap Suparna kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kalau cuma sekadar bersandar, tidak ada masalah. Berbeda hal jika tangan diberi tenaga, seakan ingin mengganti gigi tanpa menginjak pedal kopling, ini baru bisa menjadi masalah pada transmisi.

Baca juga: Menunggu Hadirnya Bus Baru dari Karoseri Laksana dan Tentrem

Ganti gigi tanpa injak kopling sangat bahaya. Gigi akan rompal dan paling buruk, kendaraan bisa langsung berhenti saat patahannya mengganjal gigi-gigi kendaraan,” kata Suparna.

Kasus paling sering terjadi jika mengganti gigi tanpa tekan kopling yaitu gigi-gigi transmisi yang jadi aus, tidak sampai rompal. Pasalnya, ganti gigi tanpa injak kopling akan terasa berat di tangan, lalu saat ingin melakukan juga ada suara yang keluar sehingga tidak jadi melakukannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X