Selain Diputar Balik, Mudik Pakai Kendaraan Pribadi Bisa Kena Tilang?

Kompas.com - 08/05/2021, 15:22 WIB
Ilustrasi lalu lintas Jalan Kapten Muslihat, Bogor, Jawa Barat, yang dipenuhi Angkutan Kota (Angkot). ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHIlustrasi lalu lintas Jalan Kapten Muslihat, Bogor, Jawa Barat, yang dipenuhi Angkutan Kota (Angkot).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan 381 titik penyekatan di berbagai ruas jalan untuk mencegah aktivitas mobilisasi sebelum serta sesudah periode libur lebaran tahun ini hingga 24 Mei 2021.

Pasalnya, hal tersebut dinilai bisa menjadi penyebaran virus corona atau Covid-19. Apalagi, belakangan angka penularannya cukup tinggi dengan masuknya puluhan WNA dari India.

Regulasi larangan mudik Lebaran 2021 sendiri diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Baca juga: Ini Kerugian jika Nekat Mudik Pakai Jasa Travel Gelap

Arus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran arah Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan imbas diberlakukannya sistem ganjil genap di seputar Istana Kepresidenan Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA), Sabtu (1/5/2021).KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Arus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran arah Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan imbas diberlakukannya sistem ganjil genap di seputar Istana Kepresidenan Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA), Sabtu (1/5/2021).

Di sana, disebutkan bahwa larangan mudik berlaku untuk seluruh moda transportasi baik darat, udara, laut, maupun kereta api. Lalu berlalu untuk semua lintas perjalanan antar kabupaten/kota, antar provinsi, maupun antara negara.

Meski demikian, tidak berlaku untuk distribusi kendaraan logistik serta mereka yang bekerja atau dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, ibu hamil dan persalinan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas bagaimana bila ada warga yang nekat melakukan mudik dengan menggunakan kendaraan bermotor? Apakah petugas bisa menilangnya?

"Tidak ada penindakan hukum lain selama tidak melanggar aturan perundangan di jalan raya. Hanya dibalikkan atau diputarbalikkan, tak untuk diberikan sanksi kurungan," kata Kasubag Dalops Korlantas Polri, AKBP Dhafi belum lama ini.

Polisi, lanjut Dhafi, juga akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pasalnya, orang yang pergi untuk keperluan pekerjaan dan keperluan darurat masih diperbolehkan untuk melintas.

Baca juga: Dua Hari Larangan Mudik, Polisi Putar Balik Paksa 32.815 Kendaraan

Sebuah kendaraan memasuki lajur pemutaran balik di pos penyekatan mudik lebaran di sekitar Bendungan Ir Soetami, Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang dioperasikan Polres Blitar, Kamis (6/5/2021)Dok. Polres Blitar Sebuah kendaraan memasuki lajur pemutaran balik di pos penyekatan mudik lebaran di sekitar Bendungan Ir Soetami, Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang dioperasikan Polres Blitar, Kamis (6/5/2021)

"Diawali pemeriksaan kalau memang dia bukan mudik, harus ada beberapa tahapan administrasi, surat izin, bebas Covid-19, rapid test juga dicek," ujar Dhafi.

"Kalau itu dipenuhi dan untuk keperluan pekerjaan atau urgent, diperbolehkan selama tidak mudik," tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Marta Hardi Sarwono mengungkapkan banyak pemudik yang berharap bisa beruntung dan lolos dari titik-titik penyekatan yang dijaga polisi.

"Padahal itu percuma. Kalau lolos di penyekatan pertama, bisa kena di penyekatan kedua, seperti itu terus. Kemudian kalau memang lolos, dia bisa didatangi dan dilaporkan tetangga. Kalau terdeteksi (positif), ya masuk tempat isolasi yang disiapkan pemda," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.