Jangan Kebanyakan Gaya, Rekam Pengguna Jalan Lain demi Konten

Kompas.com - 08/05/2021, 10:02 WIB
Sebuah video yang merekam detik-detik mobil mewah masuk ke jalur Transjakarta di jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (23/4/2021) siang beredar viral di media sosial. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSebuah video yang merekam detik-detik mobil mewah masuk ke jalur Transjakarta di jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (23/4/2021) siang beredar viral di media sosial.

JAKARTA, KOMPAS.com – Karakter pengguna jalan di Indonesia sangatlah beragam. Ada yang tertib, namun tidak sedikit juga yang ugal-ugalan. Kadang ketika melihat kendaraan ugal-ugalan, ada saja niat ingin mengabadikannya lewat video.

Nantinya video tersebut kerap diunggah ke media sosial dan menjadi konten. Kadang dengan hadirnya video tersebut, warga net kerap berasumsi siapa yang salah maupun benar, bahkan hingga menghujat orang lain.

Menanggapi kejadian seperti ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, merekam pihak lain di jalan raya rawan konflik. Ada saja yang merasa terganggu ketika direkam aktivitasnya.

Baca juga: Kawasaki W175 SE Diskon, Harga di Bawah Rp 30 Juta

Pengemudi motor wanita yang berkendara secara ugal-ugalan, hingga hampir menabrak truk.instagram.com/streetmannersindonesia Pengemudi motor wanita yang berkendara secara ugal-ugalan, hingga hampir menabrak truk.

“Apabila ada pihak lain yang memang harus direkam dengan dasar klasifikasi melakukan pelanggaran berat, sebaiknya secara mengumpet ata diam-diam. Tujuannya agar menghindari konflik,” kata Sony kepada Kompas.com, Jumat (7/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hari Pertama Operasi Ketupat 2021, 23.573 Kendaraan Pemudik Diputar Balik

Namun, Sony mengatakan jika merekam untuk keperluan pribadi, misal untuk konten, lebih baik dihindari. Kecuali jika memang ada yang dirugikan dan untuk keperluan pelaporan ke pihak berwajib.

“Kalau pakai dashcam berbeda, dia statis dan tidak terlihat memantau suatu aktivitas. Sedangkan ini kalau direkam lewat telepon genggam, jadi harus seizin yang bersangkutan,” ucap Sony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X