Salin Artikel

Jangan Kebanyakan Gaya, Rekam Pengguna Jalan Lain demi Konten

JAKARTA, KOMPAS.com – Karakter pengguna jalan di Indonesia sangatlah beragam. Ada yang tertib, namun tidak sedikit juga yang ugal-ugalan. Kadang ketika melihat kendaraan ugal-ugalan, ada saja niat ingin mengabadikannya lewat video.

Nantinya video tersebut kerap diunggah ke media sosial dan menjadi konten. Kadang dengan hadirnya video tersebut, warga net kerap berasumsi siapa yang salah maupun benar, bahkan hingga menghujat orang lain.

Menanggapi kejadian seperti ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, merekam pihak lain di jalan raya rawan konflik. Ada saja yang merasa terganggu ketika direkam aktivitasnya.

“Apabila ada pihak lain yang memang harus direkam dengan dasar klasifikasi melakukan pelanggaran berat, sebaiknya secara mengumpet ata diam-diam. Tujuannya agar menghindari konflik,” kata Sony kepada Kompas.com, Jumat (7/5/2021).

Namun, Sony mengatakan jika merekam untuk keperluan pribadi, misal untuk konten, lebih baik dihindari. Kecuali jika memang ada yang dirugikan dan untuk keperluan pelaporan ke pihak berwajib.

“Kalau pakai dashcam berbeda, dia statis dan tidak terlihat memantau suatu aktivitas. Sedangkan ini kalau direkam lewat telepon genggam, jadi harus seizin yang bersangkutan,” ucap Sony.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/05/08/100200915/jangan-kebanyakan-gaya-rekam-pengguna-jalan-lain-demi-konten

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.