Dianggap Meresahkan, Patwal Ambulans Sipil Dilarang di Depok

Kompas.com - 07/05/2021, 12:01 WIB
Komunitas motor pengawal ambulans, Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Instagram @IEA_DepokKomunitas motor pengawal ambulans, Indonesia Escorting Ambulance (IEA)

DEPOK, KOMPAS.com - Aksi pengendara motor yang sering mengawal ambulans memang sering terlihat di jalanan di Indonesia. Tujuannya memang baik, yakni memperlancar jalannya ambulans menuju rumah sakit.

Selain itu, ambulans juga merupakan kendaraan yang memperoleh hak utama di untuk didahulukan di jalan raya berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 134.

Perlu diperhatikan, pada Pasal 135 Ayat 1 dituliskan kalau kendaraan yang mendapatkan hak utama harus dikawal oleh Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah dan biru dan bunyi sirine.

Baca juga: Demi Penumpang, PO Sinar Jaya Rekondisi 16 Unit Bus di Laksana

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Al ponch (@ponco_budiyanto)

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun yang terjadi di lapangan adalah ada pengendara motor yang mengawal ambulans. Selain itu, motornya juga kerap dipasang strobo dan sirene.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Metro Depok AKBP Andi Indra Waspada mengatakan, pengawalan ambulans oleh sipil dilarang di Depok dan pelakunya akan ditindak.

"Kita sudah sampaikan ke seluruh masyarakat, yang memiliki kewenangan pengawalan itu hanya Polri, bukan orang sipil. Jadi sebelum hal ini terlalu jauh dan salah kaprah, harus kita kondisikan sejak level bawah," kata dia kepada Kompas.com, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Tol Cikampek Padat Imbas Penyekatan Larangan Mudik, Ini Penjelasan Polisi

Selain itu, dia juga mengatakan kalau ada laporan masyarakat yang merasa resah dengan pengawal sipil ini. Pengawal sipil ini dirasa terlalu arogan bahkan melebihi Patwal dari kepolisian.

"Kita sudah mengkomunikasikan kepada seluruh kepala rumah sakit yang ada di wilayah Kota Depok lewat surat. Jika ingin melakukan pengawalan Polisi, bisa menghubungi nomor yang tertera di surat tersebut," ucapnya.

Begitu juga kepada masyarakat awam, sudah diinformasikan lewat Instagram dan media sosial soal pengawalan Polisi ini. Lalu kalau di lapangan bertemu pengawal ambulan sipil, langsung ditindak oleh kepolisian.

"Kita amankan kendaraannya, lalu diambil alih pengawalan ambulans oleh Polisi dan diantar sampai tujuan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X