Apa Saja Perbedaan Toyota Raize di Indonesia dan Jepang?

Kompas.com - 01/05/2021, 12:41 WIB
Toyota Raize GR. Varian teratas SUV Kompak dengan fitur keselamatan lengkap Toyota Safety Sense Kompas.com/Setyo AdiToyota Raize GR. Varian teratas SUV Kompak dengan fitur keselamatan lengkap Toyota Safety Sense
|

JAKARTA, KOMPAS.comToyota Raize akhirnya resmi meluncur di Indonesia pada April 2021. Sebelumnya SUV kompak ini hadir lebih dulu di Jepang sejak 2019. Lantas apa bedanya Raize di Indonesia dengan di Jepang?

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, mengatakan, secara umum, desain dan basis Raize sama. Namun memang ada perbedaan di beberapa sisi.

“Pasti ada beberapa perbedaan, contoh di Jepang pilihan engine-nya hanya satu sedangkan di Indonesia ada dua. Lalu banyak fitur-fitur juga yang sedikit berbeda dari sisi interior dan lain-lain” ujar Anton, dalam diskusi virtual (1/5/2021).

Baca juga: Daihatsu Pastikan Mesin 1.200 cc Rocky Beda dengan Sigra dan Ayla

Toyota Raize resmi meluncur di Jepang Toyota Raize resmi meluncur di Jepang

”Lalu secara emisi juga beda-beda ya antara Raize di Indonesia, di Jepang, di Malaysia juga pasti ada perbedaan. Tapi, kalau berbicara basic desain, size, dan lain-lain yang pasti sama,” kata dia.

Selain itu, ada 12 pilihan warna Raize di Indonesia yang berbeda dengan Jepang. Dan pastinya saat ini konsumen Raize mendapatkan penawaran khusus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, Raize masuk dalam daftar mobil penerima insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 100 persen pada periode Maret-Mei 2021.

Baca juga: Mulai Rp 219 Jutaan, Ini Daftar Harga Toyota Raize

Toyota RaizeKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Toyota Raize

Meski begitu, dengan sisa waktu relaksasi pajak tinggal sebulan, antrean pembeli diprediksi bakal membeludak. Toyota pun berusaha memenuhi kebutuhan konsumen supaya tidak menerima terlalu lama.

“Kita mencoba lah, kalau janji susah. Karena janji ini tergantung demand. Kita sudah coba memperkirakan, kita coba menghitung,” ucap Anton.

“Tapi kalau memang demand melebihi pasti kita akan meminta ke pihak produksi, juga untuk membantu kita dengan menambah produksi,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X