[POPULER OTOMOTIF] Tanggapan Hino Soal Bocah Pengemudi Truk Trailer | Honda Tebar Sinyal Mobil Baru, World Premiere Pekan Depan

Kompas.com - 30/04/2021, 06:02 WIB
Anak kecil mengemudikan truk INSTAGRAM/DASHCAMINDONESIAAnak kecil mengemudikan truk

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, tersebar video seorang bocah, usia 12 tahun tengah mengemudikan truk trailer.

Jika dilihat dari video yang viral tersebut, truk yang dikemudikan bermerek Hino seri SG tractor head.

Menanggapi hal tersebut, After Sales Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Irwan Supriyono mengatakan, mengemudikan truk, apalagi model tractor head itu sangat berbeda dibanding membawa mobil penumpang.

“Mengeremnya saja ada macam-macam tipenya di tractor head, ini sangat berbahaya. Kalau di mobil penumpang kan rem kaki saja beres,” ucap Irwan dalam diskusi virtual, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, yang tak kalah menarik tentang Honda tebar sinya mobil baru pekan depan.

Penasaran seperti apa, berikut 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Kamis 29 April 2021.

Honda Prospect Motor tebar teaser produk barunyaINSTAGRAM @hondaisme Honda Prospect Motor tebar teaser produk barunya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Honda Tebar Sinyal Mobil Baru, World Premiere Pekan Depan

PT Honda Prospect Motor (HPM) rupanya bakal kembali memberikan gebrakan dalam waktu dekat melalui produk terbarunya.

Hal ini diketahui dari teaser yang ditampilkan HPM via akun Instagram resminya, @hondaisme pada Rabu, (28/4/2021).

Sekilas nampak siluet desain solid wing face dari visual gril, lampu depan dengan DRL di bagian atas, serta emblem Honda di bagian tengah juga diperlihatkan.

Menariknya, Honda mengunggah dengan tagline "Digital World Premiere". Sementara pada deskrip, bertuliskan "Stay tuned for the world premiere!" lengkap bersama waktu penyelenggaraan, yakni 3 Mei 2021.

Baca juga: Honda Tebar Sinyal Mobil Baru, World Premiere Pekan Depan

Pemudik sepeda motor melintasi Jalur Pantura Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021).Tresno Setiadi/kompas.com Pemudik sepeda motor melintasi Jalur Pantura Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021).

2. Larangan Mudik, Polisi Pantau Ketat Jasa Travel Gelap di Media Sosial

Polda Metro Jaya mulai melakukan pemantauan ketat penyedia jasa mudik lebaran menggunakan travel gelap via media sosial, jelang berlakunya larangan pada 6-14 Mei 2021.

Sebab, belajar dari penyekatan larangan mudik tahun sebelumnya, ada beberapa modus pemudik yang nekat menerobos aturan. Salah satunya ialah memanfaatkan travel gelap yang didapat dari media sosial.

”Kami juga sudah menengarai ada beberapa warga yang sudah mulai mengiklankan dirinya bisa membawa pemudik melalui media sosial,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Larangan Mudik, Polisi Pantau Ketat Jasa Travel Gelap di Media Sosial

CARSCOOPS.comCARSCOOPS.com CARSCOOPS.com

3. Hyundai Kona N Resmi Meluncur, Crossover dengan Mesin Turbo

Hyundai Motor Company punya divisi khusus yang menciptakan mobil dengan performa tinggi. Sub merek Hyundai N jadi rumah bagi barisan mobil kencang, seperti i20 N, i30 N, Veloster N, hingga yang paling baru Kona N.

Seperti diketahui, Hyundai Kona N baru saja diperkenalkan secara global dalam acara virtual bertajuk Hyundai N Day.

"Kona N adalah hot SUV sejati dengan level performa sebuah hot hatch," ujar Albert Biermann, Presiden dan Kepala Divisi R&D Hyundai Motor Group, dalam tayangan Youtube Hyundai N Worldwide, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Hyundai Kona N Resmi Meluncur, Crossover dengan Mesin Turbo

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

4. Ini Alasan Kenapa Saat Isi BBM Pengendara Harus Turun dari Motor

Ketika sedang melakukan pengisian bahan bakar di SPBU ada beberapa prosedur yang harus dipatuhi. Satu di antarnya ialah pengendara sepeda motor harus turun dari kendaraannya.

Aturan ini dilakukan oleh seluruh tempat pengisian bahan bakar, baik di SPBU milik Pertamina (Persero) maupun Shell.

Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin mengatakan, kewajiban pengendara motor harus distandar dan turun dari motor, yaitu untuk menghindari penyebaran jika terjadi percikan atau munculnya api.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Saat Isi BBM Pengendara Harus Turun dari Motor

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

5. Ini Dampaknya jika Sering Mencampur BBM Beda Oktan

Berbagai jenis bensin berbeda oktan membuat beberapa pemilik kendaran kerap mencampurnya dengan berbagai alasan.

Seperti halnya mengombinasikan Premium, Pertalite, Pertamax hingga Pertamax Turbo sesekali guna memperbaiki perfoma mesin dan membuat pembakaran menjadi lebih baik.

Lantas, adakah efek yang ditimbulkan jika kendaraan sering menggunakan bensin dengan Research Octane Number (RON) berbeda?

Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin mengatakan, hal tersebut sah-sah saja dilakukan, namun tidak akan berpengaruh apapun terhadap perfoma mesin.

Baca juga: Ini Dampaknya jika Sering Mencampur BBM Beda Oktan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X