Sistem Common Rail Efisien Tingkatkan Bisnis Pelanggan Hino

Kompas.com - 28/04/2021, 18:12 WIB
Ngobrol Virtual Santai Forwot dan HMSI DOK. PT HMSINgobrol Virtual Santai Forwot dan HMSI

JAKARTA, KOMPAS.com - Hino sebagai market leader medium duty truck di Indonesia selama lebih dari 20 tahun selalu memberikan teknologi terbaiknya melalui kendaraan – kendaraan yang tangguh, kuat dan terkenal mampu melewati medan ekstrem sekalipun.

Salah satu bukti Hino sebagai pemain utama dalam kendaraan komersial adalah ketika tahun 1995, Hino Motors Limited (HML) Japan menjadi produsen kendaraan komersial pertama yang mengembangkan teknologi common rail di dunia.

Saat ini, Hino Indonesia yang merupakan salah satu basis produksi Hino di dunia, tercatat sebagai merek kendaraan komersial di Indonesia yang melakukan ekspor kendaraan utuh atau Completely Build Up (CBU) untuk kategori kendaraan komersial truk dan bus (Light Duty).

Baca juga: Punya Uang Rp 180 Juta, Lebih Baik Beli Alphard Bekas atau Avanza Baru?

Ngobrol Virtual Santai Forwot dan HMSIDOK. PT HMSI Ngobrol Virtual Santai Forwot dan HMSI

Hino Indonesia telah melakukan ekspor kendaraan utuh sejak tahun 2010 sampai saat ini, dengan truk yang di ekspor ke berbagai negara di ASEAN dan Amerika Latin. Terutama yang sudah menerapkan standar emisi Euro 4 yang bermesin common rail ke Filipina dan Vietnam.

Masato Uchida, President Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mengatakan, dalam fase Hino Road to Euro4 saat ini, berbagai pengembangan kendaraan telah dilakukan sebagai pemain utama bus dan truk di Indonesia. Hal ini untuk memastikan kesiapan implementasi standar emisi Euro4 tahun depan.

Di Indonesia, Hino memperkenalkan teknologi mesin common rail sejak tahun 2012. Saat ini beberapa model truk dan bus Hino yang bermesin common rail sudah menjadi andalan para pebisnis di Indonesia Seperti Hino Ranger FM 285 JD untuk dump, Ranger FL 245 JN dan FM 350 TH untuk cargo dan Hino bus RN 285.

Baca juga: Almaz RS Mendominasi SPK Wuling di IIMS Hybrid 2021

Kendaraan – kendaraan ini sudah menggunakan sistem akumulator tekanan bahan bakar yang disebut common rail. Cara kerjanya, bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar oleh injektor yang dikontrol secara elektronik.

Kerja injector menentukan jumlah dan waktu bahan bakar disemprotkan yang diatur oleh komputer mesin atau ECU. Sehingga kombinasi inilah yang digunakan meningkatkan kerja mesin diesel sekarang ini.

Mesin injeksi common rail memungkinkan kontrol emisi dan konsumsi bahan bakar dan tenaga yang lebih baik. Dengan kata lain, mesin dengan teknologi common rail dapat memberikan lebih banyak tenaga ke kendaraan dan mengonsumsi lebih sedikit bahan bakar serta menghasilkan lebih sedikit emisi sehingga menjadi lebih irit.

Ngobrol Virtual Santai Forwot dan HMSIDOK. PT HMSI Ngobrol Virtual Santai Forwot dan HMSI

Hino Indonesia selalu mengembangkan produk yang sesuai dengan berbagai kebutuhan bisnis dan operasional customer. Dengan jajaran line up terlengkap, produk Hino dikembangkan dengan konsep QDR, Quality Durability dan Reliability.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X