BrandzView
Konten ini Kerjasama Kompas.com untuk edukasi mengenai Mobil ramah lingkungan

Pakai Mobil Bermesin Turbo? Begini Cara Merawatnya Tanpa Ribet

Kompas.com - 27/04/2021, 10:57 WIB
Untuk performa terbaik dari turbocharge, ganti oli setidaknya setiap 8.000 kilometer (km). Gunakan oli sintetis sesuai dengan jenis mobil yang digunakan. Dok. KOMPAS.comUntuk performa terbaik dari turbocharge, ganti oli setidaknya setiap 8.000 kilometer (km). Gunakan oli sintetis sesuai dengan jenis mobil yang digunakan.

KOMPAS.com – Peranti turbocharge (turbo) kini semakin jamak disematkan pada mesin mobil berkubikasi kecil. Tujuannya, agar tenaga yang dihasilkan lebih optimal meski kapasitas mesin kecil.

Dengan turbocharge, pengemudi pun bisa menjajal sensasi performa berkendara yang lebih agresif tanpa harus mengurangi bobot atau menambah kapasitas.

Untuk mendapatkan pengalaman berkendara optimal, peranti turbocharge harus dirawat secara berkala. Apalagi, turbocharge mengemban tugas vital untuk mendongkrak tenaga mobil dengan memanfaatkan energi panas dari ruang pembakaran.

Perawatan mesin turbo sendiri tidak jauh berbeda dengan mesin nonturbo. Lantas, bagaimana cara perawatannya agar tetap awet? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Baca juga: 5 Keuntungan Teknologi Turbo pada Mobil Berkubikasi Kecil yang Wajib Diketahui

Oli turbo

Melansir holtsauto.com, Senin (12/3/2018), oli berperan krusial untuk menjaga usia dan kinerja mesin turbo tetap langgeng.

Pasalnya, sistem turbocharge terdiri dari komponen-komponen yang bergerak dan berputar dengan kecepatan tinggi serta bekerja dalam kondisi mesin bersuhu tinggi pula.

Karena itu, komponen tersebut membutuhkan aliran oli mesin berkualitas yang secara konstan melumasi katup kompresi dan intake. Dengan demikian, komponen tidak cepat aus dan turbocharge pun dapat bekerja optimal.

Untuk performa terbaik dari turbocharge, ganti oli setidaknya setiap 8.000 kilometer (km). Gunakan oli sintetis sesuai dengan jenis mobil yang digunakan.

Baca juga: Ternyata Ini Rahasia Mesin Berkapasitas Kecil tapi Bisa Punya Tenaga Besar

Pada umumnya, setiap pabrikan mobil memberikan rekomendasi jenis oli yang cocok sesuai spesifikasi kendaraan. Misalnya, saat memilih oli. Jika material bearing turbo menggunakan Cu (tembaga), oli yang digunakan pun harus ramah terhadap bahan tersebut.

Selain itu, pengisian oli harus dilakukan dengan takaran yang tepat. Jika takaran oli terlalu sedikit dibanding kebutuhan, suplai oli ke mesin akan berkurang sehingga kinerja turbocharge tidak maksimal.

Rutin hangatkan mesin

Saat mesin dalam kondisi dingin, oli pada mesin biasanya akan mengental. Alhasil, oli akan susah mengalir dan melumasi ruang mesin. Jika hal ini berlangsung lama, komponen pada turbocharge berisiko alami keausan.

Karena itu, panaskan mesin kendaraan secara berkala agar konsentrasi oli seimbang dan dapat melumasi mesin dengan optimal.

Baca juga: Sejarah Teknologi Mesin Turbo, Dipakai sejak Era Perang Dunia hingga Kini

Bila Anda mengemudikan mobil dengan mesin dalam kondisi masih dingin, panaskan mobil dengan mengurangi tekanan pedal gas pada sepuluh menit pertama berkendara atau ketika indikator oli sudah menunjukkan suhu optimal.

Tujuannya, untuk membatasi tekanan pada pompa oli dan mencegah keausan yang pada sistem turbo.

Perhatikan cara mengemudi

Mengendarai mobil bermesin turbo di jalanan tentu menyenangkan karena tenaga mesin yang dihasilkan besar. Hal ini bisa membuat pengemudi terlena untuk terus menekan pedal gas.

Sayangnya, cara mengemudi tersebut dapat mempercepat usia turbocharge. Pasalnya, sistem turbo pada mobil juga punya batas. Oleh karena itu, hindari mengemudi secara berlebihan dengan terlalu agresif menggunakan pedal gas.

Baca juga: Ingin Punya Mobil Ramah Lingkungan? Berikut 4 Mesin Mobil yang Bisa Kamu Pilih

Saat berkendara di area perkotaan atau di jalan raya, cobalah untuk tidak menginjak pedal gas terlalu agresif.

Atur tenaga saat menginjak pedal gas secara lembut atau smooth agar turbo dapat berputar bebas. Pertahankan cara mengemudi tersebut untuk mengatur laju mobil.

Cara mengemudi tersebut tak hanya menjaga mesin turbo tetap prima, tetapi juga menghemat bahan bakar.

Bahan bakar dan filter udara

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan angka oktan dan kualitas yang tepat juga harus diperhatikan. Semakin tinggi kompresi udara pada ruang bakar, semakin besar pula angka oktan bahan bakar yang dibutuhkan.

Baca juga: Sudah Kenal Mesin Turbo, Tapi Sudah Tahu Apa Itu Intercooler?

Karena itu, hindari penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang terlalu rendah agar untuk meminimalisasi kerusakan pada mesin turbo.

Penggunaan bahan bakar berkualitas juga dapat menyempurnakan pembakaran di ruang mesin. Dengan begitu, gas buang yang dihasilkan tidak menempel pada turbin.

Perlu diketahui, sisa gas buang yang menempel pada turbin dapat membuat komponen tersebut terbakar atau rusak. Kipas turbin yang memompa udara ke ruang bakar pun dapat terhalang.

Selain itu, ganti filter udara pada kap mobil secara berkala. Untuk diketahui, komponen tersebut berfungsi untuk menyaring udara sebelum dialirkan ke dalam turbo. Jika filter tak mampu menyaring udara dengan baik, kinerja turbo tidak dapat maksimal.

Baca juga: Antisipasi Thermal Stress pada Mobil Mesin Turbo

Nah, itulah cara merawat mobil dengan mesin turbocharge. Mudah bukan perawatannya?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya