Ini Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Bus dan Truk di Indonesia

Kompas.com - 20/04/2021, 17:41 WIB
Ilustrasi kecelakaan bus di jalan bebas hambatan. Sumber: Shutterstock Ilustrasi kecelakaan bus di jalan bebas hambatan. Sumber: Shutterstock
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebut bahwa kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk dan bus menjadi salah satu yang terbanyak setelah sepeda motor.

Bila melihat statistik, bahkan tingkat perkembangannya terus naik sejak 2011 lalu yakni dengan rata-rata 10.000 kasus per tahun menjadi 30.000 per tahun pada 2018.

"Penyebab dari kecelakaan yang melibatkan angkutan umum, khususnya truk dan bus ada beberapa faktor baik eksternal maupun internal atau pengemudinya itu sendiri," ujarnya pada diskusi virtual, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Upaya PO Sumber Alam Tekan Risiko Kecelakaan Fatal

Ilustrasi truk ODOL di jalan tol. KOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi truk ODOL di jalan tol.

Secara umum, menurut Budi penyebab kecelakaan tersebut di antaranya ialah pecah ban, rem blong, speleng kemudi, over dimension overloading (ODOL), serta rangka patah.

Di samping itu, faktor pengemudi pun tak ditampik untuk menyumbang potensi besar dalam kecelakaan. Contohnya, supir yang ugal-ugalan dalam berkendara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemudian faktor kompetensi sumber daya manusia yang belum memadai untuk pengemudi dan mekanik, juga menjadi salah satu penyebab terjadi kecelakaan di jalan," kata Budi.

"Kami mendapat laporan dari Jasa Marga, 300 kecelakaan melibatkan kendaraan ODOL dengan kendaraan pribadi karena gap kecepatan yang berbeda," lanjutnya.

Baca juga: Banyak Diakali Pemudik, Polisi Bakal Periksa Ketat Truk

Webinar tentang kecelakaan lalu lintastruk dan busKOMPAS.com/Ruly Webinar tentang kecelakaan lalu lintastruk dan bus

Oleh karena itu, kompetensi pengemudi dan mekanik menjadi penting dalam melakukan perawatan terhadap kendaraan yang digunakan di samping pengetahuan dalam berkendara aman serta nyaman.

Di satu sisi, pihak Kemenhub juga disebut akan terus memperketat pengawasan terhadap kendaraan ODOL sebagai upaya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk dan bus

"Kita harus bekerja sama dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk dan juga bus, dengan melakukan sinergi bersama semua pihak seperti operator hingga asosiasi," ucap Budi.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.