Banyak Diakali Pemudik, Polisi Bakal Periksa Ketat Truk

Kompas.com - 20/04/2021, 14:21 WIB
Petugas kepolisian memeriksa muatan truk yang melintas di tol Jakarta-Cikampek di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2020). Menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, sebanyak 7.748 kendaraan dipaksa putar balik menuju lokasi asal akibat terjaring razia Operasi Ketupat 2020. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj. ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahPetugas kepolisian memeriksa muatan truk yang melintas di tol Jakarta-Cikampek di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2020). Menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, sebanyak 7.748 kendaraan dipaksa putar balik menuju lokasi asal akibat terjaring razia Operasi Ketupat 2020. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Republik Indonesia menyebut bakal memeriksa ketat terhadap truk dan angkutan lainnya untuk menghalau pemudik jelang Lebaran bulan depan.

Hal ini seiring dengan larangan mudik Lebaran tahun ini oleh pemerintah guna meminimalisir penyebaran virus corona alias Covid-19 pada 6-17 Mei 2021.

"Kemudian mengenai antisipasi modus yang dilakukan masyarakat untuk mudik, petugas telah mengidentifikasinya," kata Gakkum Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hamdani di keterangannya, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Mobil Pribadi Nekat Jadi Travel Siap-siap Kena Denda Rp 500.000

Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bis Pakupatan, Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021). Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bidang Angkutan Penumpang Kurnia Lesani Adnan menyatakan para operator angkutan saat ini menunggu petunjuk teknis larangan mudik Lebaran 2021 dan meminta ketegasan pemerintah dalam melarang dan menindak setiap kendaraan pengangkut pemudik Lebaran baik yang berplat kuning maupun berplat hitam untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ hp.  ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bis Pakupatan, Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021). Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bidang Angkutan Penumpang Kurnia Lesani Adnan menyatakan para operator angkutan saat ini menunggu petunjuk teknis larangan mudik Lebaran 2021 dan meminta ketegasan pemerintah dalam melarang dan menindak setiap kendaraan pengangkut pemudik Lebaran baik yang berplat kuning maupun berplat hitam untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ hp.

Satu di antaranya, lanjut dia, ialah pakai truk untuk mengelabui petugas atau Polisi. Sehingga, bakal dilakukan pemeriksaan ketat oleh petugas di lapangan terhadap hal terkait.

Selain itu, Hamdani juga menyebut pihaknya akan mengoptimalkan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di tiga titik yang berada di Kota Serang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Modusnya itu setengah barang, setengah orang. penumpang ikut sopir truk. Kan sopir ada 2 orang tuh, kita cek ada 10 orang,” ujar dia.

Baca juga: Lampu Hazard pada Sepeda Motor Dinyalakan Hanya Saat Berhenti

Bagi pengendara atau oknum yang ketahuan pemudik bersembunyi di dalam truk, maka personel akan memutarbalikkan. Operasi akan digelar untuk memberikan kenyamanan pengendara.

“Kita turunkan dan putar balik. Nanti kita gabungan kegiatan operasi ketupat itu, operasi kemanusiaan. Yang tidak terpantau petugas, nanti terekam kamera (ETLE),” kata Hamdani.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.