Upaya PO Sumber Alam Tekan Risiko Kecelakaan Fatal

Kompas.com - 20/04/2021, 16:01 WIB
Bio Smart & Safe Bus PO Sumber Alam KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANIBio Smart & Safe Bus PO Sumber Alam

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti bus maupun truk memang masih terjadi di Indonesia. Bahkan untuk kendaraan pengangkut orang seperti bus, sebenarnya memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam menjaga keselamatan penumpangnya.

Selain pemerintah harus membuat aturan yang menjaga ketertiban dan keamanan bus yang beroperasi, operator bus juga harus turut serta. Karena jika bus yang dinaiki penumpang itu aman, tentu saja bus tersebut menjadi terpercaya.

Anthony Steven Hambali, pemilik PO Sumber Alam memaparkan data kecelakaan dari PO miliknya. Pada tahun 2020, sekitar 7.300 kendaraan dijalankan, dan angka kecelakaan hanya 36 kejadian, tidak ada korban jiwa bahkan luka ringan sekalipun, hanya kerusakan kendaraan.

Baca juga: Mobil Pribadi Nekat Jadi Travel Siap-siap Kena Denda Rp 500.000

Ilustrasi uji KIR di wilayah Jawa Tengah yang menerapkan protokol kesehatan.jatengprov.go.id Ilustrasi uji KIR di wilayah Jawa Tengah yang menerapkan protokol kesehatan.

“Tentunya ini kerja keras ya. Kami bisa mencapai angka ini karena pertama didukung dari sisi Dinas Perhubungan, KIR digunakan dengan baik,” ucap Anthony dalam Webinar Sinergi Pemerintah dan Operator dalam Mewujudkan Angkutan yang Berkeselamatan, Selasa (20/4/2021).

Dirinya tidak mau kebiasaan meloloskan kendaraan yang tidak laik jalan kembali dilakukan. Anthony mengatakan kepada kru maupun driver dan mekanik dari PO Sumber Alam untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada ketika uji KIR.

“Justru kita harus memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah ini. Alat-alat KIR sudah mahal-mahal, kita manfaatkan, misalnya seperti setel rem,” kata Anthony.

Baca juga: Larangan Mudik, Tol Layang Japek Ditutup, Polisi Jaga Penyekatan 24 Jam

Kalau misalnya bus PO Sumber Alam tidak lolos uji KIR, dirinya meminta mekanik untuk mengulangnya. Kedua, PO Sumber Alam juga bekerja sama dengan kepolisian untuk pembinaan seputar tata cara berlalu lintas.

“APM juga kami libatkan untuk mengetahui dasar-dasar kendaraan. Terakhir, saya juga menggunakan media sosial untuk mengontrol, misalnya untuk pengaduan perilaku berkendara di jalan,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X