Sekarang Ujian Praktik SIM Lebih Canggih dan Transparan

Kompas.com - 16/04/2021, 11:02 WIB
Ilustrasi ujian praktik SIM A dan C menggunakan sistem e-Drives Dok. Polda Metro JayaIlustrasi ujian praktik SIM A dan C menggunakan sistem e-Drives

JAKARTA, KOMPAS.com – Polri terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tak terkecuali di bidang lalu lintas. Setelah meluncurkan aplikasi perpanjangan SIM Adan C secara online, untuk ujian praktik pun diperbaharui.

Kini, ujian praktik SIM A dan C lebih canggih dan tentunya transparan karena menggunakan metode E-Drives (Electronic Driving Test System).

“Program ini berbarengan dengan diluncurkannya aplikasi SIM Nasional Presisi (Sinar), jadi tidak ada lagi pengawas di tempat ujian praktik karena semuanya sudah elektronik,” ujar Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Agung Permana kepada KOMPAS.com, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Adanya Aplikasi SIM Presisi Hapus Praktik Calo

Agung menjelaskan, secara umum, metode E-Drives tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan sebelumnya. Hanya saja kini segala parameter pengetesan sudah bisa terpantau secara elektonik.

Sistem E-Drives sudah dilakukan dalam pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot Jakarta.KOMPAS.com/Fauzan Sistem E-Drives sudah dilakukan dalam pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot Jakarta.

 

E-Drives merupakan sebuah sistem yang mengandalkan sensor, dan secara otomatis akan memberikan penilaian kepada masyarakat saat ujian praktik.

Teknologi terbaru ini telah diterapkan bagi para pemohon yang akan membuat SIM A ataupun SIM C baru. Melalui metode ini, penilaian yang diberikan kepada para pemohon jadi lebih transparan dan terukur.

Baca juga: Layanan SIM Online Meluncur, Bagaimana dengan SIM Keliling?

"Jadi masing-masing tantangan uji praktik diawasi oleh sensor dan sensor itu yang akan melaporkan kepada petugas di ruang monitor," ucap dia.

Ujian praktik bagi pengaju SIM C di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2019)KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Ujian praktik bagi pengaju SIM C di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2019)

Agung mencontohkan, apabila pemohon tersebut mengalami gagal di satu rintangan, maka dinyatakan tidak lolos, dan harus mengulang lagi dalam waktu 14 hari kerja.

"Kalau ketika mundur dia gagal, berarti penilaiannya berkurang, dan selama 14 hari ke depan itu diperbolehkan mengulang lagi dan hanya di kesalahannya saja yang harus diulang, tanpa harus dari awal," ujar Agung.

Berikut ini teknologi yang digunakan pada E-Drives:

E-Drives, Tes Membuat SIM Kini Gunakan Sensor ElektronikKOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo E-Drives, Tes Membuat SIM Kini Gunakan Sensor Elektronik

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X