Ini 5 Titik Penyekatan Mudik 2021 di Bali, Melanggar Akan Disuruh Putar Balik

Kompas.com - 14/04/2021, 06:39 WIB
Sejumlah pengendara melintas di jalan Ida Bagus Mantra saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). Kota Denpasar menerapkan PKM selama satu bulan dengan mendirikan 10 pos pantau terutama di perbatasan kota untuk mengawasi aktivitas warga tanpa tujuan jelas dan melanggar protokol kesehatan termasuk melanggar larangan mudik dalam upaya menghentikan penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANASejumlah pengendara melintas di jalan Ida Bagus Mantra saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). Kota Denpasar menerapkan PKM selama satu bulan dengan mendirikan 10 pos pantau terutama di perbatasan kota untuk mengawasi aktivitas warga tanpa tujuan jelas dan melanggar protokol kesehatan termasuk melanggar larangan mudik dalam upaya menghentikan penyebaran wabah COVID-19.

DENPASAR, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali tengah menyiapkan pos-pos penyekatan di jalur mudik selama larangan mudik Lebaran 2021 diberlakukan.

Sudah diketahui masyarakat bahwa pemerintah telah menetapkan larangan mudik Lebaran tahun 2021 guna cegah penyebaran virus Covid-19.

Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Indra menyatakan bahwa Ditlantas Polda Bali sedang mempersiapkan pos-pos penyekatan di 5 titik jalur mudik di Bali.

Baca juga: Tips Mudah Mobil Matik Lewati Tanjakan Curam

Dua pengendara melintas di jalan Ngurah Rai saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). Kota Denpasar menerapkan PKM selama satu bulan dengan mendirikan 10 pos pantau terutama di perbatasan kota untuk mengawasi aktivitas warga tanpa tujuan jelas dan melanggar protokol kesehatan termasuk melanggar larangan mudik dalam upaya menghentikan penyebaran wabah COVID-19.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Dua pengendara melintas di jalan Ngurah Rai saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). Kota Denpasar menerapkan PKM selama satu bulan dengan mendirikan 10 pos pantau terutama di perbatasan kota untuk mengawasi aktivitas warga tanpa tujuan jelas dan melanggar protokol kesehatan termasuk melanggar larangan mudik dalam upaya menghentikan penyebaran wabah COVID-19.

"Nanti ada penyekatan tersebar di lima titik, baik dari arah Pelabuhan Gilimanuk menuju Jawa maupun melalui Padangbai menuju NTB," ungkap Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Indra dalam keterangan resminya, Senin (12/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indra juga mengatakan tidak hanya mengawasi jalur mudik antar provinsi, namun juga antar kota. Ditlantas Polda Bali akan memperketat pengamanan di titik-titik yang sering dijadikan jalur alternatif mudik antar kota.

Tidak hanya melibatkan seluruh Polsek, Indra mengaku telah bekerjasama dengan Pecalang, satuan pengamanan adat Bali, guna mengamankan jalur-jalur alternatif tersebut.

Baca juga: Selama Larangan Mudik, Layanan Bus AKAP Hanya di Terminal Pulo Gebang

Anggota satuan pengamanan adat Bali atau Pecalang memeriksa surat jalan seorang pengendara saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di pos pantau perbatasan Biaung, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). Kota Denpasar menerapkan PKM selama satu bulan dengan mendirikan 10 pos pantau terutama di perbatasan kota untuk mengawasi aktivitas warga tanpa tujuan jelas dan melanggar protokol kesehatan termasuk melanggar larangan mudik dalam upaya menghentikan penyebaran wabah COVID-19.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Anggota satuan pengamanan adat Bali atau Pecalang memeriksa surat jalan seorang pengendara saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di pos pantau perbatasan Biaung, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). Kota Denpasar menerapkan PKM selama satu bulan dengan mendirikan 10 pos pantau terutama di perbatasan kota untuk mengawasi aktivitas warga tanpa tujuan jelas dan melanggar protokol kesehatan termasuk melanggar larangan mudik dalam upaya menghentikan penyebaran wabah COVID-19.

 

"Diminta putar balik (Jika melanggar). Mentoknya di Pelabuhan Gilimanuk kan diminta putar balik, kalau tidak bisa menunjukkan izin resmi dan surat-suratnya semua," kata Indra menambahkan.

Dilansir dari keterangan resmi Dirlantas Polda Bali, berikut 5 titik utama pos-pos penyekatan arus mudik 2021 di Provinsi Bali.

  • Simpang tiga Umanyar, Denpasar
  • Simpang tiga Megati, Tabanan
  • Pelabuhan Gilimanuk
  • Simpang empat Masceti, Gianyar
  • Simpang empat Padangbai, Karangasem
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.