Produsen Knalpot Racing Pertanyakan Soal Uji Tipe dan SNI

Kompas.com - 05/04/2021, 13:31 WIB
Razia knalpot bising Foto: Twitter TMC Polda Metro JayaRazia knalpot bising

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari para pihak produsen knalpot lokal dan distributor knalpot luar. Banyak yang mempertanyakan mengenai uji tipe atau Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus knalpot.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro)

Indra Wijaya, Manajer Pemasaran PT Weerex Jaya Sukses, produsen knalpot aftermarket lokal WRX Exhaust, mengatakan tidak ada undang-undang atau SNI untuk kategori produk ini. Untuk masalah uji teknis, juga tidak diatur untuk produk ini.

"Intinya, untuk knalpot aftermarket ini belum ada aturan. Tapi, untuk aturan knalpot aftermarket juga belum diatur. SNI pun juga belum ada," kata Indra.

Indra menambahkan, untuk produsen seperti WRX, sudah mengeluarkan yang untuk harian dengan suara yang rendah dan balap dengan suara yang keras

Sekarang, produk aslinya juga banyak dipalsukan. Menurut Indra, harusnya pihak polisi merazia produk-produk palsu yang tanpa izin. Kalau untuk produsen asli, semua perizinannya sudah lengkap.

Baca juga: Pemerintah Belum Atur Baku Mutu untuk Knalpot Bising di Jalan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu produsen knalpot lokal asal Bandung yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan, pihaknya memiliki izin usaha dan taat membayar pajak. Seharusnya, pemerintah mendukung produk lokal.

"Seharusnya, pemerintah membuat aturan yang jelas. Selain itu, bisa mendukung juga produsen knalpot lokal yang sudah banyak membuka lapangan kerja ini," ujar sumber tersebut.

Budiman Terianto, dari Sphinx Motorsport selaku distributor utama Akrapovic, mengatakan, pihaknya tidak diminta uji tipe atau segala macam itu saat memasukkan knalpot ke Indonesia.

"Di mana ada uji tipenya? Uji tipe itu kan untuk mobil dan motor. Kalau knalpot kita, Akrapovic, sudah ada Euro 3, Euro 4, dan Euro 5, untuk homologasinya. Harusnya dia menyiapkan homologasi di Indonesia, di mana knalpot bisa mengikuti peraturan tersebut," kata Budiman,

Budiman mengatakan, harusnya Indonesia mengikuti aturan emisi gas buang dan polusi suaranya juga diatur. Sekarang Indonesia mau mengacu yang mana, kalau Akrapovic punya semua sertifikasinya, dari Euro 3 hingga Euro 5. Indonesia juga tidak ada SNI untuk knalpot.

"Euro 3 masih bisa buka dB Killer. Euro 4 juga masih bisa buka dB Killer, tapi suaranya mungkin lebih rendah. Kalau Euro 5, sudah tidak bisa buka dB Killer, sudah dilas mati," ujar Budiman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.