Sebut Pebalap Sekarang Arogan, Rossi Diserang Netizen

Kompas.com - 03/04/2021, 09:42 WIB
Valentino Rossi saat balapan di seri pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar Gareth HarfordValentino Rossi saat balapan di seri pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar

JAKARTA, KOMPAS.com - Valentino Rossi yang merupakan pebalap paling senior di kelas MotoGP kembali mengomentari aksi para pebalap muda. Menurutnya, pebalap sekarang ini arogan.

Saat balapan seri pertama di MotoGP Qatar 2021, Rossi yang merosot ke bagian belakang sempat dipepet oleh Brad Binder. Terlihat Binder sangat agresif dalam melakukan manuver.

Baca juga: Valentino Rossi Bukan Lagi Makhluk Mars, Sudah Saatnya Pensiun

Maka itu, tak jarang yang mempertanyakan apakah perlu melakukan manuver yang agresif di saat tidak sedang bersaing di barisan terdepan. Bahkan, saat itu Binder berada di luar sepuluh besar.

Valentino Rossi saat balapan di seri pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, QatarDavid Goldman Valentino Rossi saat balapan di seri pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar

"Bagi saya, tidak begitu tergantung posisi, tapi dari pebalap yang berbeda. Ada banyak pebalap yang lebih bersih dan membalap dengan lebih hormat pada lawannya dan ada juga beberapa pebalap seperti Binder yang membalap lebih keras dan tidak memikirkan lawannya," ujar Rossi, dikutip dari Crash.net, Jumat (2/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Binder, yang gaya balap terkenal keras mungkin Marco Simoncelli, Andrea Iannone, dan Johann Zarco. Ketiga pebalap tersebut sempat beberapa kali menuai kontroversi dari manuvernya saat balapan.

"Jika Anda mencoba untuk menutup jalur, dia akan melepas rem dan jika Anda tidak menghindar, dia akan mengenai Anda keluar dari trek. Tapi, sekarang seperti ini. Hormat adalah kata yang terlalu besar, sulit untuk memahami batasan," kata Rossi.

Baca juga: Valentino Rossi Mengaku Tersiksa, Cerita Soal Pengalaman Covid-19

Rossi menambahkan, di masa lalu, terkadang Anda bersenggolan dengan pebalap lain, tapi Anda tidak bermaksud seperti itu. Sekarang ini, menurutnya, beberapa pebalap hanya memikirkan balapannya sendiri, tidak memikirkan pebalap lain.

"Ketika saya muda, bagi saya pendekatannya sedikit berbeda dibandingkan sekarang. Pebalap muda punya rasa hormat lebih besar pada pebalap senior dibandingkan sekarang," ujar Rossi.

Namun, menurut Rossi, hal tersebut terjadi juga di ranah lainnya, tidak hanya di MotoGP. Menurutnya, 25 tahun lalu seorang pebalap harus menunjukkan rasa hormat yang tinggi.

Valentino Rossi saat balapan di seri pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, QatarDavid Goldman Valentino Rossi saat balapan di seri pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar

"Sekarang, tidak benar-benar seperti itu, tapi ketika saya balapan dengan pebalap yang punya lebih banyak pengalaman, seperti Kazuto Sakata, Ueda, atau de Radigues, ketika saya melihat mereka, mereka seperti pahlawan saya," kata Rossi.

Tanggapan Rossi tersebut juga menuai kontroversi di media sosial. Tak sedikit penggemar MotoGP yang mengatakan bahwa Rossi juga arogan dan melakukan manuver keras saat balapan ketika masih muda.

Banyak yang membanding-bandingkan sikap Rossi kepada Sete Gibernau dan juga Max Biaggi. Kedua pebalap yang jauh lebih senior itu sempat bersitegang dengan Rossi ketika sama-sama balapan di kelas utama.

Bukan sekali ini Rossi menyebut pebalap sekarang arogan. Rossi juga pernah mengomentari hal yang serupa pada Zarco dan Marc Marquez.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X