Diesel Runaway, Penyakit Kambuhan Mobil Diesel Model Lama

Kompas.com - 31/03/2021, 19:11 WIB
Fenomena diesel runaway pada kendaraan bermesin diesel. ImotoriumFenomena diesel runaway pada kendaraan bermesin diesel.

JAKARTA, KOMPAS.com Mobil diesel memang dinilai memiliki keunggulan torsi mesin yang besar. Selain itu, mobil diesel dinilai lebih irit bahan bakar.

Namun, ada salah satu penyakit fatal yang bisa terjadi pada mobil bermesin diesel. Masalah tersebut adalah diesel runaway.

Didi Ahadi selaku Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor mengatakan, diesel runaway merupakan kondisi di mana mesin tidak mau dimatikan meski kunci kontak sudah dicabut.

Umumnya diesel runaway akan diikuti dengan keluarnya kepulan asap putih tebal yang tak kunjung hilang.

Baca juga: Satlantas Polres Metro Bekasi Mulai Sosialisasi Tilang Elektronik

Diesel runaway disebabkan oleh kerusakan pompa solar atau kerusakan ECU. Bisa juga karena adanya masalah lain yang menyebabkan mesin menyedot solar dari bahan bakar secara tidak terkontrol, sehingga putaran mesin akan tinggi dengan sendirinya,” kata Didi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Cara kerja mesin dieselteknik-otomotif.com Cara kerja mesin diesel

Jika pengemudi mengalami diesel runaway sebaiknya segera parkir kendaraan di tempat yang aman, tarik rem tangan. Bila membawa penumpang, suruh semua penumpang keluar dari mobil.

Agar diesel runaway segera berhenti, cabut selang penghubung antara tangki bahan bakar dengan mesin. Agar mesin tidak mendapatkan pasokan bahan bakar.

Selain itu, dapat pula melepas saluran udara dan menutupnya untuk menghentikan pasokan udara ke mesin. Tapi cara ini berisiko membuat tangan melepuh karena suhu yang panas.

Namun, cara paling aman adalah menunggu mesin berhenti dengan sendirinya karena kehabisan solar.

Meski terkesan mubazir, ini adalah cara paling aman yang dapat dilakukan bagi pengendara yang belum benar-benar memahami mesin diesel.

Baca juga: Wuling Luncurkan Logo Baru, Ini Beda Warna Silver dan Merah

Pajero Sport terbaru di Thailand menggunakan mesin 4N15 2.4L MIVEC turbo commonrail. Mitsubishi Pajero Sport terbaru di Thailand menggunakan mesin 4N15 2.4L MIVEC turbo commonrail.

 

Pada dasarnya, pembakaran pada mesin diesel bergantung pada dua faktor, solar sebagai bahan bakar dan udara.

Agar diesel runaway tidak terjadi, selalu rawat mesin mobil. Meski banyak anggapan tentang mesin diesel yang tangguh bukan berarti mobil jenis ini tidak perlu dirawat sama sekali. 

Cek selalu kondisi filter solar, filter udara, dan kualitas bahan bakar. Bersihkan ruang bakar serta perangkat injektor/karburator secara berkala.

Namun, Didi menjelaskan bahwa fenomena diesel runaway sangat jarang terjadi. Apalagi saat ini mobil bermesin diesel keluaran terbaru sudah berteknologi commonrail. Teknologi commonrail menjadikan proses penyuntikan solar lebih optimal karena dikontrol oleh sistem elektronik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X