Kompas.com - 22/03/2021, 12:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Total sebanyak 244 kamera CCTV telah dipasang dalam rangka pelaksanaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Kamera CCTV yang terpasang tersebut berada pada wilayah hukum 12 Polda di Indonesia. Selain DKI Jakarta, daerah-daerah tersebut di antaranya adalah Riau sebanyak 5 titik, Lampung 5 titik, Jambi 8 titik, Sumatera Barat 10 titik, Jawa Tengah 10 titik, Jawa Barat 21 titik, Jawa Timur 55 titik, Yogyakarta 5 titik, Banten 1 titik, Sulawesi Selatan 16 titik, dan Sulawesi Utara 11 titik.

Dengan sistem berskala nasional, pelaksanaan ETLE tidak terkendala dengan nomor polisi kendaraan dari luar wilayah terkait. Dengan kata lain pelaksanaan ETLE bisa lintas provinsi.

"Ketika pelanggar ter-capture oleh kamera ETLE, kamera langsung mengirim data ke back office. Anggota langsung melakukan verifikasi. Setelah kita lihat buktinya cukup, gambarnya jelas, verifikasi oke, langsung kita terbitkan surat konfirmasi," kata Kasubditdakgar Ditgakum Korlantas Polri, Kombespol Abrianto Pardede, dilansir dari NTMC Polri pada Senin (22/3/2021).

Baca juga: Berikut 10 Jenis Pelanggaran yang Terekam Kamera Tilang Elektronik

Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).TRIBUNNEWS.com/JEPRIMA Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

"Ingat, surat konfirmasi bukan surat tilang, tapi surat pemberitahuan ke alamat sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang kita tangkap," kata dia.

Pelanggar nantinya dapat mengkonfirmasi dengan memindai barcode yang tercantum di surat konfirmasi.

Pelanggar akan menerima SMS berisi nama pelanggar, jenis pelanggaran, besaran denda, dan rekening virtual account tujuan pembayaran denda.

Kewajiban pelanggar adalah membayar denda ke nomor rekening virtual account yang telah tercantum. Pelanggar dapat melakukan transfer melalui e-banking maupun ATM.

Perlu dicatat bahwa pelanggar akan dikenakan denda dengan maksimal. Hal ini sesuai dengan Pasal 291 ayat (1) Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) bahwa pelanggar akan dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber NTMC Polri


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.