Sunmori yang Tidak Tertib, Siap-siap Dibubarkan

Kompas.com - 21/03/2021, 07:02 WIB
Komunitas para pemilik sepeda motor Suzuki GSX 150cc, GSX Community Nusantara, melakukan Sunmori (Sunday morning ride) perdana tahun ini, Minggu (7/1/2018). Suzuki Indomobil Sales (SIS)Komunitas para pemilik sepeda motor Suzuki GSX 150cc, GSX Community Nusantara, melakukan Sunmori (Sunday morning ride) perdana tahun ini, Minggu (7/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan sunday morning ride (sunmori) belakangan ini, menjadi perhatian publik setelah beredarnya video viral rekaman anggota pasukan pengamanan presiden (Paspamres) yang menendang sejumlah pengendara motor di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Hal itu terjadi lantaran pengendara moge tersebut dianggap telah menerobos kawasan area Ring 1 yang saat itu ditutup oleh Paspampes. Tidak hanya itu aja, pengendara moge tersebut juga terlihat kebut-kebutan dengan knalpot yang bising.

Baca juga: Cek Kondisi Wiper bila Mobil Lama Diparkir

Berkaca dari hal tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memerintahkan kepada seluruh jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menindak dan membubarkan kegiatan para pengendara motor yang melakukan sunmori dengan tidak tertib.

Razia knalpot bising Foto: Twitter TMC Polda Metro Jaya Razia knalpot bising
“Perilaku berkendara yang penuh risiko, ada night right, ada sunmori atau sunday morning ride. Hilangkan! Lakukan edukasi sosialisasi agar perilaku ini tidak dinodai dengan perilaku-perilaku berkendara yang penuh risiko,” ujar Fadil dikutip dari Antara, Sabtu (20/3/2021).

Adapun perilaku berkendara berisiko yang dimaksud adalah ugal-ugalan, konvoi serta menimbulkan kerumunan. Selain itu, Fadil juga mengingatkan anggotanya untuk terus menindak pengendara roda dua yang menggunakan knalpot bising.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Lakukan penindakan terhadap pengendara motor dengan knalpot yang menyebabkan polusi suara atau knalpot bising,” katanya.

Baca juga: Hyundai Pamer Kona Electric Facelift di Sentul

Menurut Fadil, hal ini dilakukan sebagai upaya preventif dan edukatif, sehingga kemudian tercipta lalu lintas yang ramah lingkungan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Fadil juga menegaskan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk menikmati jalanan Jakarta baik di pagi hari maupun malam hari.

Hanya saja dirinya meminta masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Silahkan menikmati dan berkeliling di Jakarta, tapi tentunya dengan perilaku berkendara yang sopan, yang tidak melanggar, dan tidak membahayakan jiwa orang lain,” tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.