Acute Fatigue, Penyakit Berbahaya Bagi Pengemudi Bus

Kompas.com - 19/03/2021, 11:22 WIB
Kandang macan bus AKAP Kompas.com/Fathan RadityasaniKandang macan bus AKAP

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu yang menjadi penyebab sebuah bus kecelakaan adalah kesalahan manusia atau human error. Pengemudi kerap kehilangan konsentrasi ketika menyetir yang salah satu penyebabnya adalah kelelahan.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengimbau para Perusahaan Otobus (PO) untuk memikirkan kualitas istirahat pengemudi. Karena melihat kondisi pengemudi di lapangan sangat menyedihkan.

“Ada pengemudi yang bercerita kalau dia hanya libur ketika orang tuanya meninggal atau sakit. Ada juga pengemudi sampai lima tahun enggak pernah libur karena tidak pernah sakit atau ada yang meninggal,” ucap Soerjanto dalam acara Accident Review Forum “Keselamatan Kelistrikan Mobil Bus”, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Diler Suzuki Tawarkan Jimny Tanpa Inden, Harga Tembus Rp 500 Jutaan

Tempat tidur sopir busJalur Bus Tempat tidur sopir bus

Harapannya, para manajemen di PO bus juga memikirkan kalau istirahat itu penting. Banyak orang yang istirahatnya bagus, namun karena tidak pernah libur, dia mengalami yang namanya acute fatigue atau lelah akut.

“Nanti pada suatu saat, dia sadar dan merasa segar ketika mengemudi, tapi otaknya tidak memproses, itu namanya acute fatigue,” kata Soerjanto.

Soerjanto membandingkan jam kerja dari pengemudi bus dengan masinis serta pilot. Masinis dan pilot memiliki jam kerja dan libur yang jelas. Bahkan KNKT merekomendasikan tempat istirahat untuk masinis yang layak, tidak seperti dulu di mana kondisi mesnya yang buruk.

Baca juga: Mau Pakai Pelat Nomor Cantik? Segini Harganya

“Kenapa dulu banyak kecelakaan kereta langgar sinyal merah masuk stasiun, karena kualitas istirahatnya enggak baik. Kami harap kalau bisa hotel tempat-tempat wisata untuk menyediakan tempat istirahat bagi pengemudi,” ucapnya.

Soerjanto merasa sedih ketika mendengar curhatan pengemudi yang sudah melakukan hal benar, tetap dianggap salah apalagi kalau salah. Lalu jika terjadi kecelakaan bus, hanya memiliki dua pilihan, jika hidup masuk penjara atau meninggal.

“Jam kerja pengemudi bus sudah melewati kemampuan manusia. Pengemudi bus Jakarta – Blitar, walaupun berdua dan saat sampai di Blitar, mereka hanya ada waktu istirahat satu sampai dua jam lalu harus balik lagi ke Jakarta,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X